CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »
Tampilkan postingan dengan label Fariha's Talk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fariha's Talk. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Mei 2013

TAKUT

Takut AC
Takut (gambar) ular kobra
Takut angin
Takut belalang ...
Dan masih banyak lagi ketakutan-ketakutan yang harus di-list dari bibir kecil Kanz.


gambar dari sini


Waktu takut AC :
K : Ummi, dede Ahmad takut AC.
U : Kenapa sayang? ACnya kan diem aja.
K : AC ngeliatin dede Ahmad mi.
U : (berpikir cepat, AC kan memang menghadap kita ya? Soalnya kalau menghadap tembok nanti boros di listrik, adem nggak, bayar mahal iya hehe) Oh iya, AC kan kalau nyala memang ada lampunya, seperti mata ya de? Nah, supaya nggak takut dan dilindungi Allaah kita berdo'a yuk. Baca Al Fatihah dan Al Baqoroh, ayat kursi sampai An-Naas (urutan sesuai Al Ma'tsurat).

Hehe, sejak itu Kanz menghafal bacaan tsb, walau mengucapkan sepotong-sepotong dengan cadel tapi dia tahu judul-judul surat dan do'a yg ummi baca.

Fase-fase ketakutan selanjutnya juga mulai teratasi. Kuncinya kita dekatkan ungkapkan pemahaman secara logika dan berdo'a. Untuk masalah logika, ummi yakin walau Kanz belum mengerti sepenuhnya, tapi ia merekam apa yg ummi katakan. Kadang-kadang di suatu saat lain rekaman itu di-playback.

K : Mi, dede Ahmad ndak takut sama AC.
U : Wah, dede Kanz hebat.
K : AC ngeliatin dede Ahmad.
U : Iya?
K : Ada lampu dua-dua kayak mata.
U : Iya?
K : Dede Ahmad ndak takut, baca Al Baqoroh. Sapi betina. Mhooo ...
U : Hehe

Ummi dan abi memang tidak pernah mengajarkan takut pada benda-benda apalagi pada hantu-hantu. Di saat teman-teman seusianya main 'Dikejar Pocong', Kanz nyantai aja, tuh. Apalagi kalau main kejar-kejaran, Kanz selalu balik mengejar dengan riang. Pocong eh temannya (yg berperan pocong) jadi bingung.

Kami tinggal di perkampungan (notes nggak penting : kampung di sini artinya bukan kompleks, pemukiman padat rumah dan kontrakan, sawah ada tapi agak jauh). Mungkin tradisi di sini kalau ada anak yang bilang takut AC, ortunya akan waspada. Ada apaan di AC? Lalu anak akan dibawa ke 'orang pintar minum Tolak Angin' untuk diterapi. Kira-kira begitu.

Yang kami lihat sebenarnya ini adalah masalah aqidah.
Anak-anak usia dini diajarkan takut pada sesuatu yg mistik hanya karena ortu ingin anaknya patuh.
Misalnya : " Jangan main malam-malam, nanti ada pocong." Yaah, pocong lagi, pocong lagiii. Ngetop banget ya si pocong :D
Akibatnya mindset mereka mengatakan "Takutlah pada pocong". Dan yang parah, sudahnya mereka takut pocong, tapi tetap main malam-malam juga.

Padahal di dalam aqidah Harap dan Takut hanya kepada Allaah (Allaah sebagai Illaah). Namun, kami rasa juga anak sebaiknya belum dikenalkan pada rasa takut pada Allaah, karena di awal kehidupannya banyak hal asing yang mereka temui dan rentan menimbulkan ketakutan yang merupakan basic insting untuk bertahan hidup.
Jelasnya menurut om Wikipedia - Ketakutan adalah suatu tanggapan emosi terhadap ancaman. Takut adalah suatu mekanisme pertahanan hidup dasar yang terjadi sebagai respons terhadap suatu stimulus tertentu, seperti rasa sakit atau ancaman bahaya.
Karena itu ummi dan abi mengawali pelajaran aqidah yang selamat ini bukan dengan rasa takut. Tapi Allaah sebagai pencipta. Allaah yg menciptakan alam ini karena Allaah sayang pada kita (manusia). Karena Allaah sayang kita, kita juga sayang Allaah yang Rahman (Maha Mengasihi seluruh alam) dan Rahiim (Maha Menyayangi orang-orang beriman) dan Kanz pun mulai mendendangkan Asma'ul Husna.
Dengan perasaan saling menyayangi inilah, kami ingin Kanz paham suatu hari nanti, bahwa tidak ada hal yang menakutkan karena kita bisa berlindung kepada Allaah, dan tidak ada hal yang membahayakan kecuali dengan izin Allaah.

Wallahu a'lam bish showwab


Kamis, 08 November 2012

Dan, Hitunglah Sampai Empat!

"Hatu, Uwa, Yiga, Empat! Yayiiiiiiii!!!!"
Dan sesosok tubuh mungil itu menghambur kesana dan kemari. Mengulang lagi ucapan bak mantra sakti yang membuat ia memulai start-nya.

Itulah Ahmad Kanz Fariha, yang selalu menghitung sampai empat sebelum melakukan sesuatu.
Walaupun agak tertinggal, ia tetap eksis mempertahankan pemahamannya, bahwa segala sesuatu dimulai dari hitungannya yang ke-empat.



Alhamdulillah, ummi dan abi tidak pernah mengajarkan Kanz untuk menjadi seorang yang percaya pada hal-hal yang berbau superstitious. Bahkan kami baru tahu kalau angka 4 itu, bagi sebagian orang, adalah angka yag menyeramkan, sehingga banyak gedung-gedung di Jakarta yang melewatkan lantai 4 dsb. Kami pun tidak masalah, mengapa hitungan Kanz selalu berakhir di angka 4 dan memulai sesuatu di angka 4. Sungguh berkebalikan dengan mitos2 yg menganggap angka 4 sebagai angka sial/death/kematian.

Akhirnya, kembali berkaca pada fithrah manusia yang suci pada diri seorang anak bernama Kanz, bahwa optimisme/harapan itu memang menjadi bagian yang diciptakan utk mendampingi rasa takut. Fobia yang menjadi momok bagi kemajuan suatu peradaban, kadang tak lebih dari sebuah kejahiliyahan yang diwariskan.

Teringat suatu kalimat "Berdo'alah kepada Allah dengan khouf (takut) dan roja' (harap)".

Berikut ini adalah suatu bagian yang menyenangkan tentang angka 4 (dari wikipedia.org) :



Maha Besar Allah dengan segala ciptaanNya yang tampak dan pengetahuanNya yang tersembunyi dari akal manusia.




Sabtu, 08 September 2012

Eid Mubaarok 1433 H

Lupa, Lupa, Lupa, Lupa, jadi lupa email-nya ...

Ya ampuun baru 1 nyaris 2 bulan nggak ngeblog, lupa nama imel di blogspot ... halah maakk ...
Oppss ... Sampai lupa sebelumnya keluarga Fariha mau mengucapkan :
Assalamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Baarokatuhu

dan mau kirim ini untuk semua pembaca blogger :

Salam dari Kanz dan 4 gigi mungilnya hahay

Mudah-mudahan belum basi ya? (Nggaklah, kan masih syawal *letal = ngeles total*).

Tahun ini keluarga Fariha nggak pulang ke Solo (tempat mbah uyut) atau ke Cikampek (tempat nenek). Nggak ke Cikampek karena keluarga Abah dan Nenek pulang ke Garut, ke rumah nenek uyut dari abah. Akhirnya beberapa hari post-lebaran barulah kita ketemuan di Depok. Sedangkan nggak pulang ke Solo (biasanya Mbah Uti dan Tante Anisa ngotot pulang) karena lihat jalanan yang mengarah mudik sangat macet selalu. Yang ke Demak bisa 33 jam. Dari Jakarta sampai Subang yang biasanya 2 jam, jadi 13 jam ... Hmmm, belum ditambah mabuk darat a la ummi yg selalu menyertai ... Haaahhh!!
Solo 2011

Untungnya Mbah Ayisnya Kanz (bapaknya ummi) tahun ini, walaupun sudah pensiun 2 tahun yg lalu masih sibuk banget di Dishub Terminal Lebak Bulus. Insya Allah, tahun ini jadi tahun terakhir terminal Lebak Bulus melayani penumpang dalam dan luar kota, karena terminal tsb sedang disiapkan utk jadi stasiun MRT.
Hikss ... terminal kenangan ...

Ngomong-ngomong tentang lebaran memang selalu bersifat emosional. Tahun ini di keluarga Fariha mendapatkan kesempatan yg lebih baik saat Romadhon kemarin.

Yang senang-senang : grup ngaji ummi juara 3 lomba MHQ (Muhasabah Hifdzhil Qur'an =Menghafal) surah Yaa Siin untuk grup ibu-ibu (jurinya baik2 deh hehe), dan grup ngaji abi dapet juara 2 di lomba yang sama untuk grup bapak-bapak.
FajarYang kurang OK : Romadhon tahun ini adalah bulan yg penuh evaluasi buat ummi, karena sempat ngedrop sehingga menurunkan target Romadhon yg ingin dicapai. Rasanya kok gimana gitu yaa? Sedih. Alhamdulillah,  di tengah-tengah kestagnanan tsb, Allah nunjukkin kasih sayangNya. Pada malam ke 27 Romadhon, ummi rasanya bisa menumpahkan seluruh ke-BT-an dina hamparan sajadah (halah). Rasanya seperti sedang mengupasi kulit kering dari sebuah benda hidup.
Ma' Plong!
Mudah-mudahan memang benar, Allah sudah mendengarkan semua status nyampah ummi di jejaring rajutan sajadah tsb.
Dan besoknya, seperti hari yang berbeda! Dengan target belasan juz yang menyisa, berhasil ummi selesaikan di malam takbiran.
Mudah-mudahan lagi malam tsb menjadi malam Lailatul Qodar, karena di malam tsb menjadi sebuah penawar bagi dosa-dosa yang pernah kita lakukan, juga dimana setiap malaikat yg turun menyalami setiap orang yg beribadah, baik itu sholat, tilawah, atau berdoa. Aamiin ...

Ohya, ada sedikit cerita lucu. Dulu mbah Utinya Kanz (ibunya ummi) kalau malam-malam ganjil di bulan Romadhon, selalu bangun dan keluar (tradisi ini terbawa waktu ummi masih kecil lho!). Kata beliau, di malam Lailatul Qodar malaikat-malaikat di langit turun ke bumi (That's right, Mom!). Dan, beliau ingin lihat bagaimana malaikat-malaikat itu turun (Whusssshhh ... Uhmmm ... Ssiiingngng).
Ternyata, mbah Uti bervisi besar hehe ...
Allahummaghfirlahu, warhamhu, wa 'afihu, wa fuanhu yaa Mbah Uti.
Bukankah Allah akan mengangkat orang-orang yg di dalam hatinya ada iman sebesar jewawut bahkan biji sawi kelak ke Surga? Ya Rabb, terimalah keimanan mbah Uti sebagai salah satu RahmatMu .... Aamiin ..

Nah, bagaimana suasana Romadhon dan Lebaran di tempat sahabat-sahabat blogger? Mudah-mudahan menyisakan banyak hikmah dan kebaikan utk menjadikan diri dan keluarga lebih baik lagi  ^__^.

Salam Eid Mubaarok 1433 H
Keluarga Fariha (Fitri, Raha, Kanz)


Senin, 09 Juli 2012

Karenamu Kami Ada

Eitttsss ... judul macam apa ini?
-mu itu siapa? Kok bisa-bisanya membuat penyebab kemunculan/penciptaan kami? Musyrik, nanti!

Hehe, sabar ya saudara-saudara, biar ummi jelaskan.

Suatu siang di hari Ahad, ummi dan beberapa kawan yang sedang mengambil short course of Development skill of Complete and Integral Life System (halah! Tarbiyah maksudnya) mendapatkan sebuah materi yg sangat bagus dari Muwajih (pemateri)nya. Apakah itu?

Adalah Takdir (Qodho dan Qodar) yang menjadi rukun ke-6 yg wajib diimani seorang muslim. Walaupun diletakkan terakhir, tapi kedudukannya sebenernya tetap dalam rangka mengakui dan mengimani Allah baik secara rububiyah maupun uluhiyah.

Apa itu takdir?

Allah swt pertama kali menciptakan Qolam yg Ia gunakan utk menulis Qodho. Sebuah perkara secara keseluruhan ini dari awal penciptaan hingga akhir, setelah berkesudahan masa dunia ini. Kemudian setiap detailnya Ia tuangkan dalam Qodar masing-masing kejadian penciptaan.

Ohya untuk membahas secara mendalam tentang Takdir itu bagaimana-bagaimana, mungkin bukan di sini tempatnya. Karena para shahabat di zaman Rasulullah pun memahami Takdir ini sebagai salah satu rukun iman tadi bukan utk ngeles (aliran Qodariyah : Apa-apa 'menyalahkan' takdir), lebih menguat ke arti pepatah : "Tidak terlalu senang jika mendapatkan sesuatu, dan Tidak terlalu sedih jika kehilangan sesuatu." Just it!

Ummi lebih ingin mengaitkan judul di atas dengan cerita di bawah ini ...

Saudara-saudara, di Taurat sudah tertulis (sebagian ulama mengatakan ini Qodar) ciri-ciri fisik Rasulullah saw. Sehingga tiap kaum sudah mengenal Rasulullah seperti mengenal anaknya sendiri.
(I'm a mom, and surely I know much about my son!)
Nah, untuk dapat ciri-ciri fisik yg demikian tsb, maka harus ada cetakan yang khas dari jutaan manusia dari berapa ribu keturunan yg telah diciptakan Allah, sehingga sifat itu nantinya akan sesuai dengan ciri Rasulullah.
Dan akhirnya bertemulah Abdullah dan bunda Aminah di bumi Arab.
Begitulah, untuk menciptakan Rasulullah, maka Allah swt mewujudkan kata "Kun Fa Yaa Kun!" dalam proses yang sungguh unik dari berjuta-juta peluang yang ada.

Cetakan Kanz ^^

So, seperti itulah penciptaan Rasulullah saw, manusia paling mulia tsb.
Dan, tahukah saudara-saudara?
Ternyata kita diciptakan dengan cara yang sama, dengan mencari cetakan yang akan menghasilkan kita dengan mempertemukan ayah dan ibu kita. Bedanya kita tidak diberitakan secara massif hehe ...

Dan ini yang ummi suka : (mungkin) karena penciptaan anak kita sudah ada dalam Qodho dan Qodar Allah swt, maka semua ayah dan bunda telah diciptakan berpasangan sesuai sifatnya (Yang baik-baik dengan yang baik-baik dan sebaliknya).

Huff ...
Kanz, kamu ada bukan karena ummi dan abi, Nak! Tapi karena kamu harus ada, maka Ummi dan Abi dipertemukan Allah swt :) ...

Ah, Sebentar lagi Romadhon ...


Selasa, 03 Juli 2012

Kanz Mengenal Allah

Bismillah Ar Rahman, Ar Rahiim ...

Sebelum punya anak, ummi dan abi sudah menyamakan visi, akan membentuk anak seperti apa nanti. Karena ummi dan abi sejatinya adalah LongLife Kanz's Murobbi.

Ummi dan abi sepakat untuk mengenalkan Allah kepada Kanz sebagai penanaman aqidah nomor 1. Apa saja metode yang diajarkan dalam muwashoffat ini?
  1. Bernyanyi (Kanz sangat senang mendengar lagu, jadi ummi punya beberapa koleksi lagu utk mengenal Allah hehe).
  2. Bercerita (Kanz juga sangat senang melihat buku bacaan sambil menggumam. Nah, momen tsb digunakan ummi utk menambahkan narasi pada buku yg sedang dihadapi Kanz).
  3. Dialog (Dialog ini menggunakan bahan apa saja yang ada di sekitar kami. Menurut ust . Rinaldi, ini namanya 'Everything Talk').
  4. Sikap dan Respon (Sikap ini maksudnya adalah sikap kami yang sebaiknya ditiru oleh Kanz, misalnya mengucapkan Salam, do'a, dan penyebutan nama Allah di kondisi-kondisi tertentu, seperti : Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, Masya Allah, Insya Allah, Astghfirullah dst)
Oh ya, semuanya harus dilakukan dengan konsisten dan berulang-ulang (repetitif). Walaupun belum terlalu konsisten (al insanu mahallul khotho'i wan nisyan), insya Allah kami selalu berusaha. Nah, berikut ummi kasih link tentang metode repetitif.


Dahsyatnya Metode Repetitive (Mengulang) untuk Mendidik Anak Shalih

SIANG sudah beranjak petang. Namun, cahaya matahari masih terasa panas dan menyilaukan. Inilah saat-saat di mana teriakan itu kembali terdengar, “Lontong-tahu, peyek, telor asin!” Terdengar setiap hari, menyapa telinga warga komplek terutama ibu-ibu yang keluar rumah mengawasi anak-anak kecilnya yang bermain di luar rumah.

Suatu hari teriakan itu kembali terdengar lantang, “Lontong-tahu, peyek, telor asin!” Seorang ibu muda tergopoh-gopoh menghampiri, “Bang, ada telor asin?” Abang pemilik suara itu pun dengan wajah menyesal menjawab, “Wah, nggak ada Bu. Telor asinnya lagi kosong.” Si Ibu pun menatap si Abang penjual tahu dengan heran, “Lha, tadi teriak lontong-tahu, peyek, telor asin. Kok telor-nya nggak ada?” dumelnya sambil berlalu masuk ke kerumah.

Hari berikutnya seorang ibu lain menghampiri si Abang penjual lontong-tahu tersebut. Sesaat setelah teriakannya menyapa telinga, “Lontong-tahu, peyek, telor asin!” Ibu tersebut bertanya, “Bang, ada telor asinnya nggak?” Kali ini si Abang menjawab, “Telor asin lagi susah, Bu!” Kini, si Ibu lebih galak, memprotes si Abang, “Nggak ada telor asinnya kok teriak telor asin!” Si Abang pun hanya senyum mesam-mesem.

...Allah SWT mendidik kita dengan metode repetitive melalui shalat lima waktu agar membuktikan ketaatan dan memahami makna kehidupan...

Entah berteriak tiga serangkai “lontong-tahu, peyek, telor asin” merupakan satu kesatuan bunyi yang telah dihapal oleh si Abang atau memang si Abang kadung lupa bahwa salah satu barang yang ditawarkannya ternyata tak ada. Yang jelas teriakan si Abang hari-hari berikutnya tetap sama. Mengulang teriakan yang sama, menyapa telinga dengan bunyi dan intonasi yang sama, informasi yang disampaikannya pun selalu berulang, “Lontong-tahu, peyek, telor asin!”

Menarik sekali memperhatikan polah si penjual lontong-tahu di atas. Sesuatu yang diulangnya entah berapa ribu kali sepanjang sejarah profesinya sebagai penjual lontong-tahu, telah membuatnya fasih mengucapkan rangkaian kata tersebut. Tanpa harus membuatnya berpikir-ulang tentang kebenarannya.

Hal ini sejatinya sangat bermanfaat dalam metode pembelajaran anak-anak kita.

Kekuatan Repetitive (Pengulangan)

Repetitive atau pengulangan memang sebuah metode yang dikenal dalam dunia pembelajaran. Seorang guru kerap meminta murid-muridnya untuk mengulang kembali pelajaran yang telah diberikan ketika belajar kembali di rumah. Tujuannya agar pelajaran yang telah diterima melekat dalam ingatan.

Setiap karyawan pabrik terutama pabrik-pabrik milik Jepang, senantiasa mengikuti apel pagi dengan mengulang core value perusahaan. Tujuannya tak lain untuk membuat karyawan menghayati nilai-nilai utama tersebut dan mengaplikasikannya. Lebih jauh, Allah SWT pun mendidik kita dengan metode repetitive ini melalui shalat. Shalat yang wajib didirikan lima waktu sehari agar setiap Muslim membuktikan ketaatan dan mudah memahami makna kehidupan.

Dokter Oz yang sering menjadi partner Oprah Winfrey dalam talk show-nya mengatakan, menyampaikan imbauan pada anak untuk melakukan sesuatu sebanyak sepuluh kali baru merupakan pemanasan. Dengan demikian, sebagai orangtua tentu sudah merupakan sebuah kewajiban bagi kita untuk ikhlas dan bersabar menemani buah hati untuk belajar dan mengulanginya.

...Pengulangan ini membuat anak menerima dan menancapkan keimanan dalam hatinya tanpa sibuk mempertanyakan kembali kebenarannya...

Keikhlasan dan kesabaran orangtua dalam membimbing anak mengulangi pengetahuan yang diperolehnya akan sangat bermanfaat untuk membuat anak merasa mendapatkan dukungan dan penguatan. Dengan demikian, menanamkan keyakinan akan tauhid dan kebenaran Islam pun akan menjadi lebih mudah.

Karena, sebagaimana kecenderungan anak yang mempercayai penuh apa yang dikatakan oleh orang-orang di sekelilingnya, maka semakin banyak orang yang mengulang-ulang kebenaran tersebut, akan membuatnya semakin yakin bahwa ia berada di jalan yang seharusnya. Pengulangan dan dukungan ini nantinya pun akan membuat anak menerima dan menancapkan keimanan dalam hatinya tanpa sibuk mempertanyakan kembali kebenarannya.

Allah berfirman, “Sungguh, Robbmu, Dialah Yang Maha Pencipta, Maha Mengetahui. Dan, sungguh, Kami telah memberikan kepadamu tujuh (ayat) yang (dibaca) berulang-ulang dan Al-Quran yang agung” (Qs. Al-Hijr 87).

Tujuh ayat yang dimaksud oleh ayat di atas, oleh sebagian ulama diartikan dengan surat Al-Fatihah yang dibaca seorang Muslim berulang-ulang sebanyak 17 kali dalam sehari. Hal ini tentu merupakan metode pembelajaran dari Allah SWT agar hamba-Nya memahami hakikat sejati kehidupan. Sebagai ciptaan yang tak dapat berlepas diri dari kehendak dan pertolongan-Nya. Sebagai abdi yang seharusnya selalu memohon agar kebersamaan dengan Allah SWT dalam bentuk ketaatan, senantiasa dikaruniakan-Nya, agar Sang Pencipta berkenan menghindarkannya dari kejahatan dirinya sendiri maupun mahluk lain. Sehingga kelak ia akan pulang dalam kehidupan surga yang abadi.

...Metode pengulangan yang diajarkan Allah ini seharusnya kita wariskan pada buah hati kita agar ia mengetahui dengan pasti ke mana ia harus melangkah...

Arah dan tujuan hidup inilah yang selalu diingatkan berulang kali oleh Allah pada kita, sebagai hamba, agar selalu ingat dan meluruskan langkah. Pengulangan yang diajarkan Allah SWT ini pula yang seharusnya kita wariskan pada buah hati kita. Agar ia pun mengetahui dengan pasti ke mana ia harus melangkah, apa yang harus digunakannya saat tersesat agar dapat kembali, dan apa yang mesti diyakininya tanpa banyak mempertanyakan.

Semuanya hanya dapat diperoleh, tak lain, hanya dengan meneguhkan ketaatan dan keyakinannya. Dengan cara mengulang-ulang dalam benak anak-anak kita bahwa Allah, hanya Dia sajalah, Rabb yang Mahakuasa, Maha Menyayanginya, dan tak pernah mengharapkan sesuatu dari hamba-Nya kecuali kebaikan bagi mereka. [‘Aliya/voa-islam.com]

Kamis, 29 Maret 2012

Kanz dan Calon Istrinya (kelak)

Ehem ...
Postingan ini berawal dari lagi seru-serunya iklan "AFIKAAA!!" (tanpa harus menjelaskan ya ^^).
Sudah tahu kan si cilik Amanina Afiqah Ibrahim yg dimaksud tsb? Lucu dan menggemaskan bukan?

Nah, melihat profil anak selucu itu, tiba-tiba membuat ummi berpikir :
"Siapa kelak (yg cocok jadi) calon istrinya Kanz?"
~ hiperbolis ~

Oke, walaupun jodoh itu sudah diatur, akan tetapi tema ini cukup menggelitik utk dipikirkan sejenak. Sebagian besar isi postingan ini insya Allah adalah do'a yg mudah2an terijabah ... Aamiin ...

Anak ummi yg sholih ...
Ummi nulis hal ini karena selain mellow juga ingin melihat dirimu yg dewasa kelak dengan kepribadian yg mandiri, disiplin dan bertanggungjawab, sehingga akhirnya pantas utk menyandang gelar imam keluarga.

Anak ummi yg sholih ...
Ummi banyak teman yg punya anak perempuan, tapi ummi tdk akan pernah utk menjodohkan paksa dirimu dengan mereka. Kalaulah mereka (ataukah ada gadis-gadis lain di luar yg tdk ummi kenal) memiliki akhlak dan agama yg baik, tentunya menjadi tanggungjawab utk kita sebagai masyarakat utk menjaganya.
Tahukah kamu ayat : "Dan nikahkanlah org2 yg sendiri di antara kamu ..."
Lihatlah bentuk kalimatnya (suatu saat kau akan mengerti). Perintah tsb adalah perintah penjagaan aqidah, agama dan akhlak org2 yg sendiri agar nilai2 positif di masyarakat tetap terjaga dgn menikahkan mereka ... tentunya dengan pasangan yg baik2 pula.
"Wanita baik2 utk laki2 baik2 ... dst"
Oh ya lakukan juga dengan proses yg baik ya ... Hindari zina dari segala bentuk.
Sstt ... Ummi dan Abi juga dijodohkan oleh Ustadz lho. Setelah 3 bulan menunggu (hanya 4 kali bertemu), akhirnya resmi menikah tanpa hambatan berarti. Mudah2an Allah ridho ya sayang ...

Anak ummi yg sholih ...
Cinta sebelum menikah bagaikan org yg bercermin. Ia mematut dirinya sebaik2nya yg bahkan mungkin menjadi bukan dirinya. Mungkin pelakunya akan menaikkan 'harga jual' dari harga yg sebenarnya. Hal ini tentunya mengundang ketidakjujuran.
Di zaman ummi dan abi ada pepatah tdk resmi : "Di masa pacaran kalau pasangannya jatuh disayang-sayang. Kalau sudah menikah, pasangannya jatuh disuruh bangun sendiri."
Bukan itu saja, bagaimana dengan nafsu? Yg ditunggangi syaithon?
Masya Allah, semoga dirimu terhindar dari hal tsb, Nak.
Menikahlah dengan niat yg baik, proses yg baik, Insya Allah semuanya akan berjalan dan berakhir dengan baik.

Anak ummi yg sholih ...
Siapapun dia nantinya ... Apapun profesinya, bagaimanapun rupanya, pilihlah yg sesuai dengan kriteria yg di-sunnahkan Rasulullah. Pilihlah ia pertama kali dari aqidah, agama dan akhlaknya. Dengan kematangan di 3 hal tsb, insya Allah ia akan menjadi istri dambaan seseorang yg sholih (Ummi juga selalu berdoa semoga dede Kanz menjadi anak yg sholih lho).

Anak ummi yg sholih ...
Selama proses menunggu tanpa maksiat tsb juga bisa indah terasa.
Di dunia ini banyak org2 yg tdk sabar menunggu dan malah mendahulukan keindahan yg seharusnya hanya terjadi setelah menikah, dan akhirnya banyak yg menganggap menikah malah jadi ritual pengikat saja (karena semua sudah dilakukan sebelum menikah). Ada yg akhirnya menikah, tetapi banyak yg sudah dicicipi sebelum menikah.
Utk itu, dengarkan analogi ini ya, Nak.
Saat ummi menulis ini, umurmu masih 17 bulan. Kanz belum mulai Shaum/Puasa. Tetapi jika nanti sudah saatnya kita belajar shaum, ummi dan abi akan menjelaskan betapa senangnya ketika kita sampai di akhir waktu shaum. Senang karena pahala Allah, senang karena bisa berbuka. Ada perasaan bangga karena berhasil menyelesaikan marathon shaum hari itu. Dan kita akan belajar, bagaimana seandainya kita berbuka di tengah hari atau libur Shaum sehari. Perasaan senang tsb hanya sebentar saja dan tidak berlangsung lama. Dan semakin sering kita batal atau libur shaum, akhirnya seringkali kita keterusan utk batal atau libur shaum.
Seperti itulah menahan nafsu, seperti itulah menahan dorongan utk berbuat dosa. Mendahulukan kegiatan nikah di saat pra nikah hanyalah kesenangan sesaat dan mendorong utk terus berbuat seperti itu ...
Na'udzubillah min dzalik ...

Anak ummi yg sholih ...
Oke, akhirnya dirimu telah menikah dengan seorang gadis sholihah. Lalu, bagaimana dengan gadis-gadis lain? Yg belum menikah? Yg (maaf) telat menikah (menurut anggapan org)?
Anakku, itu adalah kesepakatanmu dengan istrimu. Walaupun kau tak harus meminta izin, ummi memohon hargailah istrimu (pendapat dan perasaannya).
Ummi pun berpesan sesuai dengan pesan Allah :
"Nikahilah perempuan-perempuan 1,2,3, atau 4. Tapi
Jika lebih baik, cukuplah dengan seorang istri saja.

Baiklah, anakku yg sholih ...
Mungkin yg ummi lihat sekarang adalah bayanganmu yg dewasa. Jika kita tidak sempat bertemu sampai waktu di atas tiba, maka jagalah do'a do'a dan harapan ummi utkmu.

Salam Sayang,

<3 Ummi <3

Minggu, 18 Maret 2012

Pesta Empat Dimensi

Alhamdulillah, setelah menunggu selama setahun, akhirnya IBF (Islamic Book Fair) datang lagi ...
Alhamdulillah pula keluarga Fariha sempat berkunjung walau di hari terakhir ...

Nah, berikut informasi dari wawancara mengenai IBF semuanya versi Fariha ...

T : Apa itu IBF?
J : IBF adalah tempat piknik terbesar, terluas sampai2 melompati dimensi ruang dan waktu dengan penghuni berbagai macam jenis dan dikunjungi manusia yang haus ilmu pengetahuan, hingga yang jalan2 bin mubadzir ( hehe, makanya beli dong).

T : Adanya kapan?
J : Biasanya bulan Maret setahun sekali (utk ibu rumah tangga pelupa seperti ummi) atau berabad-abad lamanya bagi para pecandu ilmu yg hampir overdosis dan uang yg menipis.

T : Apa yg dijual?
J : Buku, baju, herbal ... Wah, banyak banget dan semuanya diskonnnn $$ :D

T : Buku terlaris?
J : Al Qur'an n hadits yg pasti, buku anak2, novel2 islami, buku2 pergerakan (halah! itu mah belanjaan keluarga Fariha tahun ini). Ohya brosur juga bisa laris ... selain gratis, juga bisa jadi rujukan yg mau jualan lagi.

T : Fungsi IBF?
J : Beli buku murah, menjalin silaturrahim (kadang2 ketemu temen yg udah lama nggak ketemu, misalnya ummi tadi ketemu temen lama lho. Sudah lama nggak ketemu sejak ... hari Kamis minggu lalu ... hehe), ajang piknik juga, penggerak ekonomi yg kian lemah karena kenaikan harga premium yg sudah mendekati kepastian ajalnya.

T : Kisaran belanja?
J : Ya, tergantung ... kalau Financial Planner pasti gak pusing mo beli apa n habis berapa. Semuanya sudah diperhitungkan. Nah, sisanya ada yg tipe uang ngepas, kebutuhan juga nggak urgent (paling2 habis seadanya), ada yg uang ngepas, tapi kebutuhan penting (paling pinjem ma temen barengan), nah yg gawat tipe shopaholic ... semua yg belum penting jadi dipenting-penting-i, akhirnya mubadzir... kalau uangnya ngepas buat ongkos PP lebih gawat lagi ... dijamin tersiksa melihat demikian banyak buku dll terhampar dengan murahnya di depannya hmmm ... kalau kita tipe yg terakhir, dimohon dengan sangat, jangan beranjak menuju IBF dan tempat2 belanja lainnya.

T : Apa yg harus dibawa?
J : Kanz (supaya akrab dgn buku), abinya Kanz (lengkap dengan dompet dan kartu ATMnya hehe)

T : Kesan2 IBF tahun ini?
J : Yg negatif  -- Rapi (kata temen ummi) ... tapiii, tidak kalau kita datang di hari terakhir IBF. Seperti biasa, sesak dan pengap. Tahun ini keluarga Fariha cuma bisa sampai deket2 pintu masuk saja, karena Kanz keburu rewel melihat padatan manusia yg mulai menebar rupa dan aroma hehe. Ohya parkiran motor juga naik jadi Rp 3.000,-.
Yg positif -- Banyaknya pengunjung yg datang juga menyenangkan hati ummi. Karena ummi jadi berpikir (jangan suuzhzhon lah yaw) cukup banyak juga penggemar buku di Indonesia. Andai saja setiap pembaca buku ini mengambil, mengamalkan dan menurunkan nilai2 positif yg ada pada masing2 bacaan ... wah, Subhanallah ... Indonesia pasti jadi lebih baik lagi ... Aamiin, Aamiin YRA.

Oh ya tahun ini Fariha dapet buku :
1. MIZAN ( Satwa dan Puspa dalam Al Qur'an, Jika Aku Menjadi Mobil Balap, Subhanallah! Allah menciptakan Pelangi, Novel Bocah Muslim di Negeri James Bond, Mengajar Anak Bahasa Inggris).
2. SYGMA (10 Mushaf tajwid pesenan dari Korea).
3. ERA INTERMEDIA (Keakhwatan 1-4)
4. Non Buku : OTeM, Minyak Butbut, dan Parfum Silver.

Nah, tugas berat selanjutnya adalah MEMBACA SEMUA BUKU ... iyalah jangan sampai mubadzir ...
Tadi sudah baca sedikit novel Bocah Muslim di Negeri James Bond (judul aslinya : Unimagined). Nanti kalau sudah selesai, insya Allah ummi review di sini.

Hahai, jangan lupa ... tgl 23 Maret adalah Anivnya abi Fariha (si Abi udah beli kado jam tangan utk dirinya sendiri hehe), dan 29 Maret Anivnya keluarga Fariha ke-3 thn ... Don't miss it!!

Info Resmi IBF : http://www.islamic-bookfair.com/

Senin, 26 Desember 2011

THE PURSUIT OF HAPPYNESS

Malam ini ummi nyetel Trans TV dan di sana ada sebuah film yang sedang diputar berjudul THE PURSUIT OF HAPPYNESS. Dalam rangka bantuin abi menuju nilai Toefl 550, maka ummi pikir bagus juga utk nonton acara-acara berbahasa Inggris (pakai subtitle Indonesia-lah, biar gak terlalu binun hehe). Dan ternyata, it's all about drama and i'm still love drama ^,^

Back to the topic. Mulanya ummi nonton setelah Kanz tidur, pas masuk adegan si tokoh utama (Chris Gardner yang diperankan Will Smith) berlarian di stasiun membawa sebuah koper, dikejar-kejar orang dan ketika masuk ke dalam kereta, tangannya terjepit pintu dan terpaksa menjatuhkan koper yg masih di luar karena keretanya sudah berjalan. Nah, sejenak ummi pikir mungkin ini salah satu film action lain yg diperankan Will Smith, tapi kemudian ingat film malam sebelumnya 7 Pounds yg juga diperankan Will Smith. OK, drama ... mari lanjutkan ...

Memang film ini nggak menguras air mata, tapi tetap mengharukan. Konflik di sekitar dan perasaan Gardner benar-benar terasa. Terutama saat bersama putranya, Christopher (Jaden Smith). Nah, sebenernya urusan anak-anak ini selalu me-lebay-kan ummi huhu ...

Dengan kesulitan hidup selama ini, akhirnya istri Gardner meninggalkan Gardner dan Christopher utk pergi ke New York. Sesuatu yg sebaiknya nggak ditiru. Kesulitan bertambah, ketika Gardner mengetahui bahwa pekerjaan yg di-apply-nya tidak memberikan gaji, karena berbentuk pelatihan menjadi pialang pengelola pajak publik. Akhirnya dengan sisa-sisa produk dari perusahaan dulu, Gardner berusaha menghidupi dirinya dan anaknya. Sampai di penghujung film, akhirnya Gardner berhasil membingkai arti Kebahagiaan.

Momen-momen mengharukan di film ini :
  • Ketika Gardner bangkrut karena dana hasil penjualan pemindai tulang disita pemerintah utk bayar pajaker dan malam-malam harus pindah utk kedua kalinya dari kamar sewaan, Gardner dan Christopher pergi ke stasiun dengan bingung. Gardner dan Christopher menganggap koper isi pemindai tulang sebagai mesin waktu yg membawa mereka ke zaman Dinosaurus dan mencari gua yang sebenarnya adalah toilet umum stasiun. Dengan dilapisi tisu toilet, Christopher tidur berbaring bersandar pada Gardner yang menangis sementara pintu berusaha dibuka dari luar karena dikunci oleh Gardner.
  • Gardner dan anaknya harus tinggal di penampungan gratis, sementara Gardner harus memperbaiki alat pemindai satu-satunya. Gardner juga harus berlari-lari setiap pulang kerja bersama anaknya utk memburu waktu mengantri agar dapat tempat di penampungan yang antriannya panjang sekali. Tak hanya itu Gardner pun berangkat dan pulang dengan membawa setelan jas, koper, dan koper pemindai plus Christopher. Repot banget pastinya. Pernah, Christopher sampai harus ninggalin mainannya sambil menangis karena mereka harus mengejar bus, supaya tak terlambat antrian penampungan.
  • Saat bosnya mau pinjam uang 5 dolar, Gardner lihat dompetnya yg isinya cuma beberapa dolar dan terpaksa minjemin, saat bosnya bilang nanti diganti.
  • Saat alat pemindai terakhir (yg berhasil direbut kembali dari orang 'para') berhasil terjual mereka tinggal di hotel selama semalam, Mereka berdua malah tidur di sofa.
  • Ketika akhirnya Gardner dengan seluruh perjuangannya bertahan di perusahaan tsb utk sehari lagi (selama itu tdk minum dan pipis di kantor) berhasil meyakinkan atasan utk menerimanya sebagai pialang, saat itu Gaardner sulit mengungkapkan kegembiraannya dan malah datang ke daycare langsung memeluk Christopher.
Nilai Positif dari The Pursuit of Happyness :
  • Ini hampir mirip dengan salah satu pesan Negeri 5 Menara bahwa dengan usaha lebih sedikit dibanding yg lain bisa menghasilkan sesuatu yg lebih baik dibanding org lain. Gardner pintar, tapi dia juga menunjukkan bahwa dia sanggup bekerja keras dan membuat trik agar utk meningkatkan usahanya dibanding org lain.
  • Jangan mudah menyerah! Tetap tegar, karena seorang ayah adalah tumpuan keluarga. 
Fakta seru !
  • Film ini diangkat dari kisah nyata. What's the best story than the real story? Selain itu Christopher asli saat itu masih batita, sementara yg di film sudah berumur 5 tahun
  • Kata di judul Happyness bukan salah cetak. Sengaja diambil dari nama tempat penitipan anak (Daycare) di mana Christopher dititipkan.
Rate : ****
The Pursuit Of Happyness

Minggu, 30 Oktober 2011

Menuju Kreo - part 1

Deuh, bener-bener deh ... kalau mood dan kesempatan lagi dateng, semangat banget buat nulis. Lanjut dari ngomongin Kanz, yg ini lebih ke kitanya sebagai keluarga Fariha.

Umminya Kanz lagi nonton Kungfu Hustle malam ini (jarang nonton TV padahal ... #eeaaa). Nah, di situ ada adegan si Stephen Chow dikejar-kejar sama ibu kontrakan. Nah, ngeliat latar belakang jalanan tempat adegan tsb (yg pastinya pakai blue screen), kok jadi inget drama Korea Full House (Yong Jai dan Ji Eun).

Lalu, mengalirlah tulisan di bawah ini ...
 
Dimulai dari setelah lebaran, di mana kami menetapkan hati utk menunggu abi Kanz jadi PNS sambil jualan sana-sini. Eh, ternyata ada kabar yg sempat membuat abinya Kanz dilema. Yaitu, abinya dibutuhkan utk menjadi asisten kuliah S3 temannya di Korea Selatan (selanjutnya kita sebut Kreo sajja iiaa). Nah, ini berarti abinya mendapat beasiswa by research. Dan ajaibnya beasiswa ini diberikan bukan dengan mendaftar dan ujian. Selain biaya hidup perbulan yg lumayan banget, uang deposit kontrakan tempat tinggal selama di sana juga ditanggung -- Subhanallah, bak durian runtuhlah namanya ... ups ... Sebenernya kami lebih suka menyebutnya Sunatullah : Kun fa Yaa Kun -- Tidak ada yg bisa menolak kehendak Allah, termasuk dapat durian eh, beasiswa gratisan, Sesuatu Banget kan?.

Nah, cerita masa depan pun mulai disusun.
Abinya -- nanti setelah mendapat nilai TOEFL min 550 hehe -- akan berangkat akhir bulan Februari 2012 ... Saat itu tugas si abi selain kuliah dan assist koleganya adalah mengenali medan tempur di sana, cari kontrakan dan mulung isi kontrakannya. Lha kok mulung?
Sodara-sodara, ternyata penduduk kota Seoul (menurut info shohih) banyak sekali orkay - yang sekali pindahan, barangnya nggak dibawa serta. Mahasiswa Indonesia adalah salah satu pelakunya lho hehe. Berhubung Ummi dan Kanz ditinggal dulu (sekalian nunggu Summer), jadi, ummi bisa pesen-pesen mau di-pulung-in apa aja hohoho ...
#mulai me-list ... kayaknya tertarik ma perlengkapan dapur deh.

Untuk rencana selanjutnya masih abu-abu sih ... tapi kami ingin meninggalkan usaha2 yang sudah berjalan di sini tetep lanjut dan stabil. Karena kepergian kami ke Kreo nggak sebentar. 2-3 tahun-an.

Lalu, nggak hanya masalah teknis yg kami pikirkan. Juga, masalah perasaan nih. Bagaimana homesick-nya kami nanti belum kebayang. Terutama bagi seorang ummi yg dulu nggak betah di kosan (pernah lho, udah bayar tapi nggak ditempatin, saking milih 4 jam berangkat-pulang demi bertemu rumah dan segala isinya hehe), pasti kangen banget ma ortu, rumah, makanan, suasana, kultur, dan Indonesia-lah. Apa bisa terhibur sama 4 musimnya Kreo atau K-Popnyah (yg pasti kami tetep merencanakan jarang nonton TV) atau sekedar dengungan "Alhamdulillah yah, tinggal di LN"? Kayaknya sebagai kaum minoritas akan berasssa sesuatu deh.

#kabur udahan, karena semakin Syahrini :D

Rabu, 05 Oktober 2011

Belajar Hidup yuk ...! (part 2)

... Mudah tersentuh adalah ciri dari hangatnya hati dan pekanya jiwa ...
Beberapa hari yang lalu keluarga Fariha berjalan-jalan sore mengendarai motor. Di tengah jalan kami bertemu dengan dua orang tuna netra yang memanggul sepotong kayu dan ujung-ujungnya digantungi berplastik-plastik kerupuk Bangka bermerk PURNAMA. Di daerah kami memang ada pemberdayaan mandiri para tuna netra.

Kita bisa saja mengacuhkan hal tersebut.
Toh, rizqi tidak hanya datang melalui tangan kita.
Toh, mereka bahkan tidak tahu kita eksis.
Yang ada malah perasaan kita kalau mengingat-ingat hal tsb tanpa berinteraksi dengan mereka, kok rasanya menyesal.
Tapi kami bersyukur.
Karena ternyata kerupuk yg sebungkusnya seharga Rp 5.000,- itu LEBIH BERHARGA dari sekedar rasa yg diolah mulut atau perut.

Kami belajar tentang sesuatu yang lebih bercahaya dan tidak kasat mata. Hal itu adalah IMAN.
Iman kepada apakah?

Pernahah kita suatu saat berjalan di rimba tanpa membawa peta utk menuju ke suatu tempat?
Nyasar itu pasti.
Tetapi apakah kita lalu berhenti, berputus-asa utk mencari jalan keluar? Utk bertemu keluarga kita misalnya?

Bagi kedua tuna netra tsb berjualan keliling seperti itu bukan tanpa resiko. Bisa saja mereka ditipu, dijahati, atau hal-hal lainnya yang bahkan mengancam nyawa. Tapi mereka tetap harus berjalan. Punya keyakinan bahwa Everything is gonna be OK. Dan filosofi menjemput rizqi yg halal serta tidak menjadi benalu bagi keluarganya itu mendorong mereka berjalan dan membawa pulang sesuatu.
*selalu ada momen-momen terharu*
"Ketika mata kita tertutup, namun karena kita punya tujuan, maka kita berani menyusuri kehidupan."
Maka keimanan adalah meyakini tujuan yg jelas. Sehingga menjadi kekuatan dalam melanglang-buana-i kehidupan ini.
Baarakallahu bagi jiwa-jiwa yang memiliki iman yang mantap.

Kamis, 22 September 2011

Belajar Hidup yuk ...! (part 1)

Setelah Lebaran, keluarga Fariha kehilangan karyawan secara bertubi-tubi. Mulai dari karyawan outlet yang kecapekan, karyawan rumah yang sakit, dan terakhir karyawan outlet yang ikut sakit juga.

Kami pun sempat merasa repot, karena dengan kehilangan tiga karyawan otomatis menurunkan aktivitas kami di bidang yang lain. Dengan keadaan seperti ini kami sepakat bahwa kondisi yang kami jalani sekarang sebenarnya hampir sama ketika kami baru menikah dulu. Bedanya kalau dulu dimulai dari 1 + 1 (D-U-I-T), sekarang 1 + 1 + 1 - 3 (tetap pakai D-U-I-T) hehe.

Cita-cita untuk memiliki keluarga yang mandiri secara finansial dan idealis adalah salah satu yang membuat kami terus ingin bergerak maju. Berbagai masalah yang datang kami coba selesaikan dengan KOMUNIKASI dan KERJA SAMA TIM FARIHA (^^). Tentu saja, belum semua masalah terselesaikan. Walau kadang memancing puncak kesabaran, kami mencoba tetap keukeuh dalam anggapan bahwa hal tersebut adalah slot-slot pembelajaran yang disediakan Allah SWT. Slot-slot tersebut menjadi ujian-ujian bagi kami. Jika belum penuh dikerjakan, maka Allah akan mengembalikannya lagi pada kami dan berkata ... "Again, please fill in the blank correctly". Jawabannya untung boleh open book (baca : Buka tafsir AlQur'an) hehe ...

Nah, baru saat ini kedua ayah kami menawarkan masing-masing 1 karyawan. Hal ini pun tidak datang dengan kisah hidup yang ceria. Mudah-mudahan cerita di bawah ini jadi pelajaran.

1. Kisah Slamet
Slamet adalah seorang kelahiran Purwodadi 20 tahun yang lalu. Ketika umur 15 tahun (selepas SMP), dia pergi merantau ke Jakarta sendirian. Selama 5 tahun menjadi buruh bangunan dengan penghasilan 1.2jt sebulan (ketika lembur). Dengan penghasilannya tsb, ia mengumpulkan biaya cicilan motornya dan baru saja lunas. Pajak motor yang mati tidak masalah baginya utk ikut mudik Lebaran 1432 H bersama motornya. Ketika balik ke Jakarta, dia memutuskan utk berjualan roti goreng. BPKB dijadikan agunan utk si juragan. 3 hari berjualan keliling, hasilnya nombok selalu dan pernah sehari tidak ada yang beli. Saat di-interview tetap ceria.
2. Kisah sarjana S1 Mesin Univ. Pancasila
Selepas PHK dari perusahaan kontraktor 9 bulan yang lalu, bapak berumur 27 tahun ini tidak mendapat pekerjaan sehingga mertuanya minta ia menceraikan istrinya. Alhamdulillah mereka NEKAT SETIA sehingga pergi menemui guru sekolahnya. Sang guru menyilahkan mereka untuk menempati rumahnya di Karawang. Mereka pun berangkat dari Depok 1 menuju Karawang. Saat uang tersisa hanya 2rb, mereka bertemu dengan neneknya Kanz yang sedang eksis di warung. Mereka membeli beberapa cemilan dengan uang tersebut (plus bonus dari nenek Kanz yg sedih melihat mereka). Mereka numpang sholat Dhuha dan ikut sedikit membenahi rumah nenek Kanz. Neneknya Kanz langsung ingat sama abi dan ummi Kanz. Dan berceritalah mereka tentang kehidupannya ...

Ah, kehidupan itu ... banyak orang yang bilang keras. Kalau abi selalu bilang "Capek itu di dunia, ummi ...".
Namun, ketika merasakan hidup kita hari ini penuh kesulitan, maka sebaiknyalah kita memandangnya dari sudut pandang berbeda. Pandanglah hidup orang lain yang keadaannya hari ini jauh di bawah kesulitan kita. Dan Allah tetap menyayanginya dengan memberkahi kesabaran mereka.

Ah, jadi makin malu untuk mengeluh ...

Minggu, 14 Agustus 2011

Milad 10 Bulan Kanz

Alhamdulillah, our first little baby Fariha hari ini berumur 10 bulan.
Berikut ini list makanan kesukaan Kanz :
  1. Spaghetti : pakai saus bolognaise, pakai saus tempe-jagung atau dikukus dengan telur dan daging
  2. Makaroni : masih harus dihaluskan jadi sup krim atau dibuat nugget
  3. Nasi putih
  4. Sawi putih : dibumbu tomat, ditumis, di-sayur bening
  5. Tomat
  6. Tempe
  7. Buah : Pisang, jeruk clementine, alpukat, kurma, pepaya, favorit pear.
  8. Sayur lainnya : bayam, brokoli, sawi, timun, buncis, wortel
  9. Sarapan Paling favorit : Oatmeal (campur kurma dan keju)
Mainan kesukaan :
  1. Mushaf
  2. Boneka bebek
  3. Buku mobil
  4. Buku bantal
  5. Buku karakter
  6. Botol kecrekan (isi kedelai hitam)
  7. kardus-kardus yg ada gambar bayi
  8. HP yg tempat chargernya besar
  9. Semua benda-benda di sekitarnya yg berwarna, menarik dan berisik
Kenal sama (bisa nunjukkin) :
  1. Keluarganya-lah
  2. Cicak dan mencari arah suara cicak
  3. Pesawat dan helikopter (maklum deket lapangan udara Pondok Cabe), layangan
  4. Mainannya
  5. Ayam, burung, lalat, cacing
  6. Kucing dan semut (dipanggil 'puh)
  7. Tepung
  8. Kamera dan HP yang menayangkan gambarnya
  9. Upin dan Ipin (padahal juaaaraaanggg banget nonton)
Kebisaan :
  1. Merambat
  2. Duduk muter-muter
  3. Bicara : Ototoh, apapah, adahajah, mbah, puh, abuu (maksudnya abi), manyaa (maksudnya ummi), inni (maksudnya ummi)
  4. Disuruh tepuk tangan
  5. Suka malu-malu (kalau ketawa/senyum diumpetin)
  6. Suka teriak-teriak kencang dan menegangkan otot tubuh
  7. Suka minta ditetah
  8. Suka split
  9. Diajak nyanyi 'topi saya bundar' dan 'tangan ke atas' sudah mulai bergaya
  10. Diajak nyanyi lainnya ikutan menggumam
  11. Mata genit (kita gak ngajarin lho ^^)
  12. Manggil teman-temannya/orang yg dikenalnya
  13. Kalau umminya pulang pasti ngasih senyum yg lebar
Program Ummi dan Abi utk Kanz :
  1. Ajak sholat (diletakkan di samping kita waktu sholat)
  2. Ajak mengaji (megang mushaf harus lebih dari 2, karena diambilin terus sama Kanz)
  3. Ajak main
  4. Ajak mengenal benda-benda dan orang-orang di sekitarnya (belum kasih Flashcard, tapi langsung ke benda yg ada)
  5. Membacakan buku setiap hari (walau buku berat --- kalau lagi bosan bacain bukunya Kanz)
  6. Ajak mengenal aktivitas Ummi dan Abinya
  7. Ajak belajar disiplin : makan di tempatnya, perbuatan buruk kita beri penegasan, perbuatan baik kita beri penghargaan, misalnya : tepuk tangan.
Masih PR :
  1. Masih suka crowded kalau diajak jalan-jalan/lingkungan asing kelamaan
  2. Masih belum bisa bedain 'gemes' dan 'sayang'
Data terakhir :
  1. Waktu lahir beratnya 3.4kg, sekarang (10 Bulan) kurleb 9kg
  2. Badannya sekel (iya dong, ASI Eksklusif!)
  3. Tinggi lahir 51cm, sekarang 71cm
  4. Alhamdulillah, Kanz jarang sakit ya

Baiklah Kanz sayang sholih ... Tumbuh dengan Sehat, Cerdas dan Ceria yaa ...
*Peluk Cium dari Ummi dan Abi*


Rabu, 10 Agustus 2011

... Lalu, Bersyukur Saja ...


Menjalani hari-hari dengan berbagai kesibukan adalah tugas manusia normal. Apalagi utk seorang ibu.
... Sesaat menengok kehidupan ini di tahun-tahun ke belakang ...

Di tahun ini saya tambah ngeh, bahwa : Tugas seorang ibu memang luar biasa.
Ibu menjadi tambatan hati dan lelah suami, mengasuh anak, merawat rumah, memanajeri keuangan keluarga dan bisnis-bisnis tambahan (belum lagi kalau jadi pengurus arisan), menjadi psikolog dadakan, menjadi koki amatir keluarga, menjadi supir cabutan antar anak sekolah, menjadi guru privat anak, teman diskusi terbaik utk suami, menjadi dokter dan herbalis keluarga, menjadi tukang ronda keliling rumah saat suami pulang telat de-es-be de-es-be ...

Capek?? Itu pasti ...
Tapi kata abi Fariha (dan kami sepakat) : di dunia itu memang tempatnya capek, mi ...
 Lalu, supaya capek ini tidak sia-sia menjadi beban di tubuh dan keluh di ucapan, maka keputusan terbaik adalah mencari sumber energi besar yang dapat menghibur dan menopang semangat positif kemudian termotivasi untuk berbuat lebih untuk diri, keluarga dan umat ...

Maka, ambil waktu untuk bersyukur ...

Bersyukur karena kita mendapat waktu untuk memiliki diri yang dicintai diri dan keluarga.
Bersyukur karena kita mendapat waktu untuk berbuat hal-hal baik yang dapat dikenang di suatu masa nanti, baik oleh kita maupun orang-orang terdekat kita.
Bersyukur karena kita mendapat kesempatan yang mungkin orang lain sulit mendapatkannya tapi sangat menginginkannya.

Bersyukur membuat kita selalu menjadi orang yang kaya, berlebih dan ringan melangkah.

Lalu, setelah semua kelelahan menyapa hari ini, tinggal pilihan kita yang menentukan akhir dari hari ini. Berkeluh kesah, sementara besok akan mengulangi ritual yang sama, sehingga belum dilaksanakan pun sudah terasa lelahnya dan terucap keluhnya? Atau bersyukur, yang berarti mengaliri diri dengan energi kehidupan yang baru sehingga esok kita bisa menghadirkan "kita yang terbaik" untuk kita, keluarga, dan umat?

Selamat bersyukur sahabat ^^

Quote of the day : No good mothers in this world are born, they are just made by their choice.


Daisypath Anniversary tickers

FARIHA'S LITTLE WARDROBE