CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »
Tampilkan postingan dengan label Al Qur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al Qur'an. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Desember 2012

Apa Kabar Lemari Kecil Fariha?

Hemm ... cukup lama juga ummi tidak nulis-nulis di blog, bahkan sampai lupa password dan berakibat 'nyasar' ke blog yang lama.

Apa Kabar Keluarga Fariha yaa?

Keluarga Fariha
Narsis di nikahan sepupu ^^

Keluarga Fariha sedang sibuk menyiapkan proyek Rumah Belajar Fariha. Insya Allah, jika tak ada aral menghadang *tsaaah*, tahun depan keluarga Fariha akan pindah ke tempat tersebut. Sebelum pindah, kami bersepakat untuk menyiapkan bagian-bagian yang akan menjadi kantong-kantong ilmu tsb, seperti taman bacaan. Hal yang juga membahagiakan, bahwa abi akan membuatkan sebuah perpustakaan untuk keluarga Fariha. Pernyataan tsb langsung disambut kecupan sayang ummi yang mendarat di pipi abi hihi.

Kanz
Alhamdulillah, tgl 14 bulan Oktober kemarin Kanz sudah berusia 2 tahun. Tentunya, ada banyak hal yang menarik semakin tereksplor dari anak ummi yang imut ini. Ohya, ummi sudah membiasakan utk membaca surat-surat pertama dari Al Ma'tsurat, yaitu Al Fatihah, Al Baqoroh, Az Zalzalah, Al Kaafirun, An-Nashr, dan 3 surat Mu'awidzatain. Ternyata dengan metode repetitif dengan hanya mendengarkan sagat cocok utk Kanz. Kanz juga sangat tertarik pada musik dan gerak, sama ketika dia sedang 'membaca' buku sebelum tidur. Ohya malam ini, baca bukunya diganti dulu dengan ummi yang menceritakan kisah nabi Yunus as. Kenapa nabi Yunus as? Karena Kanz sedang suka-sukanya pada ikan. Ia menggambar ikan di mana saja, bahkan dengan jarinya di dinding. Lucu deh, begini narasinya :
"huruf O, kasih buntut, kasih mulut, kasih titttik" sesuai yang ummi ucapkan ketika menggambar ikan untuk Kanz hehe.
Lanjut cerita nabi Yunus as meninggalkan kaumnya, mengarungi laut, dan diundi utk diceburkan ke dalam lautan. Nabi Yunus as pun 'dimakan' oleh ikan Nun biidznillah, hingga mengalunlah do'a yang diabadikan dalam Alqur'an :
 لا إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحانَكَ إِنّى‏ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمينَ . (Al Anbiya : 87)
“Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zholim."

Akhirnya, sudah tahu semua kan ya? Nah, ummi menitikberatkan cerita ini pada kekuasaan Allah dalam mengendalikan cuaca, mengendalikan makhluk hidup selain manusia, serta kasih sayang Allah kepada orang-orang yang berdo'a dan bertaubat (lagi-lagi metode pengulangan, kurang kreatif yak?). Lalu ummi ajak Kanz menghapal nama nabi dan ikan yang menelannya, serta membuat list judul cerita nabi mana lagi yang mau dibacakan esok. Ohya, cerita nabi ini berdasarkan ingatan ummi saja. Jadi mata ummi dan Kanz saling menatap.

Ada lagi, Kanz juga sudah 3 bulan ini tiba-tiba mengerti konsep "Atas-Bawah". Ummi sedang berusaha mengingat kapan dan bagaimana ummi mengajarkannya. Begini cara Kanz menyampaikannya, ketika Kanz sedang naik di atas sesuatu, sedang orang lain tidak, dia berkata : "DeAhmad atas, ummi bawah, abi bawah" bisa lebih panjang lagi kalau ada orang lain di ruangan itu.

Hal lainnya, adalah PR nanti ketika sudah pindah. Karena masih menyatu dengan rumah orangtua, ummi sadari cukup sulit utk mengatur dan bertindak tegas mengenai urusan domestik.

Ummi
Akhir-akhir ini hobi ummi adalah blogwalking. Sebenarnya tidak aneh, sih. Bagaimanapun kegiatan ini adalah salah satu usaha ummi untuk menambah ilmu penghasilan.
Dan, apa yang ummi dapati?
Orientasi, adalah hal pertama yang ummi centang untuk travelling ke blog-blog tersebut. Titik beratkan pada minat yang utama. Karena blog di dunia maya itu jumlahnya tidak terhitung. 1 orang bisa punya banyak blog, karena minatnya juga banyak. Ummi juga kan punya blog-blog di masa lalu, hehe, malah curcol. Nah minat ummi saat ini adalah mempersiapkan suasana, ilmu dan mengumpulkan bahan-bahan Home Schooling, jadi jalan-jalannya ke blog-blog (juga komunitas) yang bahas Home Schooling.

Ohya, ada satu yang mengganjal. Karena kadang-kadang ummi harus membuka OS, maka waktu utk keluarga agak berkurang (cieee, toko rame ceritanya). Ini belum ada penyelesaian yang pas. Karena kadang bersama Kanz n abinya masih terpikir untuk membalas SMS customer yang minta total transfer, cek ongkir atau sekedar tanya-tanya. Belum pasang iklan n upload foto di toko, hufff. Akhirnya, sejak sebulan terakhir ini ummi mengurangi jadwal hal-hal di atas, dan Alhamdulillah rizqi tetap saja mengalir. Semoga berkah! Aamiin.

Abi
Abi Fariha itu paling sabar dalam menghadapi celotehan ummi yang konon katanya punya amunisi hingga 8000 kata sehari. Abi mandiri banget, kalau ummi lagi repot. Abi juga paling sabar makan masakan ummi yang seadanya. Abi juga rajin masangin popok Kanz kalau malam (PR nih, Kanz masih suka ngompol). Apalagi ya? Oh ya Abi juga paling bisa mengatasi ummi yang masih suka merajuk. Ah, pokoke ummi cinte ame abi :D.
Setelah gagal ngambil S2 di Kroya, Abi banting setir jadi pegawai yang baik dan pengusaha yang sukses (menurut istrinya, yaitu ummi hehe). Walaupun beberapa hal masih diurus sendiri, sudah terasa sekali hasilnya. Salah satunya adalah Rumah Belajar Fariha kelak. Mungil dan mudah-mudahan Bermanfaat. Aamiin lagi deh.

Nah, itu dia yang terjadi di Keluarga Fariha. Bagaimana keluarga sahabat semua?
Semoga selalu dalam lindungan Allah yaa :)




Selasa, 03 April 2012

Lebih Cerdas bersama Al Qur'an



Mudah-mudahan ummi dan abi memberi investasi terbaik utk "Harta Simpanan" terbaik kami.


Baru-baru ini saya dikagetkan oleh sebuah fakta baru penelitian bahwa ternyata musik klasik tidak memiliki pengaruh apapun terhadap kemampuan kognitif seorang anak. Itu artinya, mendengarkan musik klasik tidak mencerdaskan anak sebagaimana yang selama ini kita tahu. Selama lebih dari 15 tahun, kita terkecoh oleh publisitas yang banyak membesar-besarkan tentang musik klasik yang dapat memacu kecerdasan seorang anak. Dulu, sebelum saya mengenal banyak keajaiban Al-Qur’an, saya cenderung memegang pendapat bahwa musik klasik dapat merangsang perkembangan otak janin dan mencerdaskan anak. Tapi, beberapa tahun kemudian, saya mulai berpikir, jika mozart yang ciptaan manusia saja bisa mencerdaskan anak, maka tentu Al-Qur’an yang merupakan mukjizat yang telah Allah berikan kepada kita ini lebih dapat mencerdaskan anak.
Dan ternyata itu benar.
Beberapa orang peneliti dari University of Vienna, Austria yakni Jakob Pietschnig, Martin Voracek dan Anton K. Formann dalam riset mereka yang diberi judul “Mozart Effect” mengemukakan kesalahan besar dari hasil penelitian musik yang melegenda ini.
Pietschnig dan kawan-kawannya mengumpulkan semua pendapat dan temuan para ahli terkait dampak musik Mozart terhadap tingkat intelegensi seseorang kemudian mereka membuat riset terhadap 3000 partisipator. Hasilnya ternyata sangat mengejutkan! Berdasarkan penelitian terhadap ribuan partisipator itu, Pietschnig dan rekan-rekannya menyimpulkan bahwa tidak ada stimulus atau sesuatu yang mendorong peningkatan kemampuan spasial seseorang setelah mendengarkan musik Mozart.
Senada dengan Jacob Pietschnig dan kawan-kawannya, sebuah tim peneliti Jerman yang terdiri atas ilmuwan, psikolog, filsuf, pendidik, dan ahli musik mengumpulkan berbagai literatur dan fakta mengenai efek mozart ini. Mereka mengemukakan bahwa sangat tidak mungkin mozart dapat membuat seorang anak menjadi jenius.
Penelitian terbaru ini membantah habis-habisan hasil riset psikolog Frances Rauscher dan rekan-rekannya di University of California pada tahun 1993 yang mengemukakan bahwa musik Mozart ternyata dapat meningkatkan kemampuan mengerjakan soal-soal mengenai spasial.
Wow…padahal, selama ini kita sudah terlanjur percaya pada legenda musik klasik ini, ya?
Back to Al-Qur’anBerbeda dengan Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah mukjizat yang telah Allah jamin kemurniannya hingga hari kiamat kelak. Ada banyak kemuliaan dan kebaikan yang ada dalam Al-Qur’an. Salah satunya adalah Al-Qur’an dapat merangsang perkembangan otak anak dan meningkatkan intelegensinya.
Setiap suara atau sumber bunyi memiliki frekuensi dan panjang gelombang tertentu. Nah, ternyata, bacaan Al-Qur’an yang dibaca dengan tartil yang bagus dan sesuai dengan tajwid memiliki frekuensi dan panjang gelombang yang mampu mempengaruhi otak secara positif dan mengembalikan keseimbangan dalam tubuh.
Bacaan Al-Qur’an memiliki efek yang sangat baik untuk tubuh, seperti; memberikan efek menenangkan, meningkatkan kreativitas, meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan kemampuan konsentrasi, menyembuhkan berbagai penyakit, menciptakan suasana damai dan meredakan ketegangan saraf otak, meredakan kegelisahan, mengatasi rasa takut, memperkuat kepribadian, meningkatkan kemampuan berbahasa, dsb.
Pada asalnya, milyaran sel saraf dalam otak manusia bergetar secara konstan.  Sel ini berisi program yang rumit dimana milyar sel-sel di sekitar berinteraksi dalam sebuah koordinasi yang luar biasa yang menunjukkan kebesaran Allah.
Sebelum bayi lahir, sel-sel otaknya mulai bergetar berirama secara seimbang. Tapi setelah kelahirannya, tindakan masing-masing akan mempengaruhi sel-sel otak dan cara mereka bergetar. Jadi jika beberapa sel otak tidak siap untuk mentoleransi frekuensi tinggi, ini dapat menyebabkan gangguan dalam sistem getar otak yang pada gilirannya menyebabkan banyak penyakit fisik dan psikologis.
Seorang peneliti bernama Enrick William Duve menemukan bahwa otak bereaksi terhadap gelombang suara tertentu. Dan gelombang tersebut dapat berpengaruh secara positif dan negatif. Ketika beredar informasi bahwa musik klasik berpengaruh terhadap perkembangan otak manusia, banyak kalangan menggunakan musik klasik sebagai obat terapi.
Tapi, Al-Qur’an tetaplah obat yang terbaik. Terapi dengan Al-Qur’an terbukti mampu meningkatkan kecerdasan seorang anak, menyembuhkan berbagai penyakit, dsb. Ini dikarenakan frekuensi gelombang bacaan Al-Qur’an memiliki kemampuan untuk memprogram ulang sel-sel otak, meningkatkan kemampuan, serta menyeimbangkannya.
Satu lagi, Al-Qur’an diturunkan dengan bahasa Arab, yakni bahasa yang memiliki nilai sastra yang tinggi, dan bahasa nomor satu yang paling sulit untuk dipelajari. Kita tahu, bahwa tidak ada satupun dari kita yang mampu menandingi keindahan bahasa Al-Qur’an. Namun, tahukah Anda, bahwa ternyata jika kita mampu berbahasa Arab dapat memudahkan kita untuk menguasai bahasa asing lainnya?
Anak-anak yang terbiasa membaca Al-Qur’an disertai dengan memahami maknanya, ternyata memiliki kemampuan berbahasa yang lebih baik daripada anak-anak lain. Bahkan meski bahasa tersebut masih asing, ia tidak membutuhkan waktu yang lama untuk kemudian menguasainya, insya Allah.
Adik saya yang kedua, Alhamdulillah, adalah seorang hafidz (penghafal Al-Qur’an). Ia berhasil menyempurnakan hafalan 30 juz hanya dalam waktu 1,5 tahun saja. Dulu, sebelum ia menghafal Al-Qur’an, kemampuannya biasa-biasa saja. Pintar, tapi bukan juara kelas. Tapi, setelah ia mulai menghafalkan Al-Qur’an, kecepatan belajar, kecepatan menghafal, serta kemampuannya menganalisis segala sesuatunya berubah drastis. Sangat pesat, subhanallah. Ia mengalahkan teman-teman yang dulunya berada di atasnya. Bahkan, saat ia harus mengikuti lomba tafsir Al-Qur’an dengan bahasa Inggris tingkat propinsi DIY pun, ia berhasil menyabet juara kedua. Padahal, sebelumnya, kemampuan bahasa Inggrisnya pas-pasan. Tapi, kemampuannya menyerap berbagai informasi memudahkannya dalam berbagai hal.
Janin usia 7 bulan sudah dapat merespon suara-suara di sekitar ibunya. Nah, untuk itulah, penting bagi ibu hamil untuk banyak-banyak memperdengarkan Al-Qur’an kepada janinnya. Kita tidak mengharapkan mereka mengerti dan memahami apa yang kita baca. Namun, membiasakannya mendengarkan Al-Qur’an sejak dalam kandungan, membantunya untuk tumbuh dengan intelegensi tinggi, kemampuan berbahasa yang baik, dan kepribadian yang baik pula.
Dikutip dari : www.rumahbunda.com (Artikel : http://www.rumahbunda.com/education/alquran-vs-mozart-mana-yang-mencerdaskan-anak/comment-page-1/#comment-12675)
 
Daisypath Anniversary tickers

FARIHA'S LITTLE WARDROBE