CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »
Tampilkan postingan dengan label Anak Sholih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anak Sholih. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Mei 2013

AJAK KE SURGA

Sebelum tidur seperti biasa ummi dan Kanz membaca do'a sapu jagat (selamat dunia akhirat hehe). Dilanjutkan dengan cerita ummi tentang akhirat, tentang surga dan neraka (neraka belum diceritakan karena ummi pengen Kanz lebih dulu kenal Allaah sbg Maha Pengasih dan Penyayang).

Gambar dari sini


U : Di surga itu enak de'. Bisa ketemu Allaah, Rasulullaah, bisa makan apa saja, dikasih rumah yg baguus, pakai baju sutera hijau, banyak sungai, airnya maniiiis deh.
K : Surga di mana mi?
U : Surganya ghoib, diumpetin dulu sama Allaah buat kado orang2 beriman. Karena Allaah kan Maha penyayang pada orang2 beriman dan banyak melakukan amal baik. Siapa yang mau masuk surga?
K : Sayaaa.
U : Aamiin 3x... Oh ya nanti kalau Kanz masuk surga, ummi diajak ndak?
K : Diajak ... mmm ... Ummi diajak, Abi diajak, mbah Uti diajak, mbah Ayis diajak, mbah Mang diajak, tante Ica diajak, abang Nabil diajak, dede Rafa diajak, ibu-ibu ngaji (temen liqo ummi-pentj) diajak, (lalu menyebutkan semua teman-temannya). Semua diajak.
U : Subhanallaah, Aamiin 3x. Semoga cita-citamu mengajak orang2 ke surga dikabulkan Allaah ya :)



yang ini dari sini
*Kangen Surga

Sabtu, 18 Mei 2013

TAKUT

Takut AC
Takut (gambar) ular kobra
Takut angin
Takut belalang ...
Dan masih banyak lagi ketakutan-ketakutan yang harus di-list dari bibir kecil Kanz.


gambar dari sini


Waktu takut AC :
K : Ummi, dede Ahmad takut AC.
U : Kenapa sayang? ACnya kan diem aja.
K : AC ngeliatin dede Ahmad mi.
U : (berpikir cepat, AC kan memang menghadap kita ya? Soalnya kalau menghadap tembok nanti boros di listrik, adem nggak, bayar mahal iya hehe) Oh iya, AC kan kalau nyala memang ada lampunya, seperti mata ya de? Nah, supaya nggak takut dan dilindungi Allaah kita berdo'a yuk. Baca Al Fatihah dan Al Baqoroh, ayat kursi sampai An-Naas (urutan sesuai Al Ma'tsurat).

Hehe, sejak itu Kanz menghafal bacaan tsb, walau mengucapkan sepotong-sepotong dengan cadel tapi dia tahu judul-judul surat dan do'a yg ummi baca.

Fase-fase ketakutan selanjutnya juga mulai teratasi. Kuncinya kita dekatkan ungkapkan pemahaman secara logika dan berdo'a. Untuk masalah logika, ummi yakin walau Kanz belum mengerti sepenuhnya, tapi ia merekam apa yg ummi katakan. Kadang-kadang di suatu saat lain rekaman itu di-playback.

K : Mi, dede Ahmad ndak takut sama AC.
U : Wah, dede Kanz hebat.
K : AC ngeliatin dede Ahmad.
U : Iya?
K : Ada lampu dua-dua kayak mata.
U : Iya?
K : Dede Ahmad ndak takut, baca Al Baqoroh. Sapi betina. Mhooo ...
U : Hehe

Ummi dan abi memang tidak pernah mengajarkan takut pada benda-benda apalagi pada hantu-hantu. Di saat teman-teman seusianya main 'Dikejar Pocong', Kanz nyantai aja, tuh. Apalagi kalau main kejar-kejaran, Kanz selalu balik mengejar dengan riang. Pocong eh temannya (yg berperan pocong) jadi bingung.

Kami tinggal di perkampungan (notes nggak penting : kampung di sini artinya bukan kompleks, pemukiman padat rumah dan kontrakan, sawah ada tapi agak jauh). Mungkin tradisi di sini kalau ada anak yang bilang takut AC, ortunya akan waspada. Ada apaan di AC? Lalu anak akan dibawa ke 'orang pintar minum Tolak Angin' untuk diterapi. Kira-kira begitu.

Yang kami lihat sebenarnya ini adalah masalah aqidah.
Anak-anak usia dini diajarkan takut pada sesuatu yg mistik hanya karena ortu ingin anaknya patuh.
Misalnya : " Jangan main malam-malam, nanti ada pocong." Yaah, pocong lagi, pocong lagiii. Ngetop banget ya si pocong :D
Akibatnya mindset mereka mengatakan "Takutlah pada pocong". Dan yang parah, sudahnya mereka takut pocong, tapi tetap main malam-malam juga.

Padahal di dalam aqidah Harap dan Takut hanya kepada Allaah (Allaah sebagai Illaah). Namun, kami rasa juga anak sebaiknya belum dikenalkan pada rasa takut pada Allaah, karena di awal kehidupannya banyak hal asing yang mereka temui dan rentan menimbulkan ketakutan yang merupakan basic insting untuk bertahan hidup.
Jelasnya menurut om Wikipedia - Ketakutan adalah suatu tanggapan emosi terhadap ancaman. Takut adalah suatu mekanisme pertahanan hidup dasar yang terjadi sebagai respons terhadap suatu stimulus tertentu, seperti rasa sakit atau ancaman bahaya.
Karena itu ummi dan abi mengawali pelajaran aqidah yang selamat ini bukan dengan rasa takut. Tapi Allaah sebagai pencipta. Allaah yg menciptakan alam ini karena Allaah sayang pada kita (manusia). Karena Allaah sayang kita, kita juga sayang Allaah yang Rahman (Maha Mengasihi seluruh alam) dan Rahiim (Maha Menyayangi orang-orang beriman) dan Kanz pun mulai mendendangkan Asma'ul Husna.
Dengan perasaan saling menyayangi inilah, kami ingin Kanz paham suatu hari nanti, bahwa tidak ada hal yang menakutkan karena kita bisa berlindung kepada Allaah, dan tidak ada hal yang membahayakan kecuali dengan izin Allaah.

Wallahu a'lam bish showwab


Kamis, 13 Desember 2012

Apa Kabar Lemari Kecil Fariha?

Hemm ... cukup lama juga ummi tidak nulis-nulis di blog, bahkan sampai lupa password dan berakibat 'nyasar' ke blog yang lama.

Apa Kabar Keluarga Fariha yaa?

Keluarga Fariha
Narsis di nikahan sepupu ^^

Keluarga Fariha sedang sibuk menyiapkan proyek Rumah Belajar Fariha. Insya Allah, jika tak ada aral menghadang *tsaaah*, tahun depan keluarga Fariha akan pindah ke tempat tersebut. Sebelum pindah, kami bersepakat untuk menyiapkan bagian-bagian yang akan menjadi kantong-kantong ilmu tsb, seperti taman bacaan. Hal yang juga membahagiakan, bahwa abi akan membuatkan sebuah perpustakaan untuk keluarga Fariha. Pernyataan tsb langsung disambut kecupan sayang ummi yang mendarat di pipi abi hihi.

Kanz
Alhamdulillah, tgl 14 bulan Oktober kemarin Kanz sudah berusia 2 tahun. Tentunya, ada banyak hal yang menarik semakin tereksplor dari anak ummi yang imut ini. Ohya, ummi sudah membiasakan utk membaca surat-surat pertama dari Al Ma'tsurat, yaitu Al Fatihah, Al Baqoroh, Az Zalzalah, Al Kaafirun, An-Nashr, dan 3 surat Mu'awidzatain. Ternyata dengan metode repetitif dengan hanya mendengarkan sagat cocok utk Kanz. Kanz juga sangat tertarik pada musik dan gerak, sama ketika dia sedang 'membaca' buku sebelum tidur. Ohya malam ini, baca bukunya diganti dulu dengan ummi yang menceritakan kisah nabi Yunus as. Kenapa nabi Yunus as? Karena Kanz sedang suka-sukanya pada ikan. Ia menggambar ikan di mana saja, bahkan dengan jarinya di dinding. Lucu deh, begini narasinya :
"huruf O, kasih buntut, kasih mulut, kasih titttik" sesuai yang ummi ucapkan ketika menggambar ikan untuk Kanz hehe.
Lanjut cerita nabi Yunus as meninggalkan kaumnya, mengarungi laut, dan diundi utk diceburkan ke dalam lautan. Nabi Yunus as pun 'dimakan' oleh ikan Nun biidznillah, hingga mengalunlah do'a yang diabadikan dalam Alqur'an :
 لا إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحانَكَ إِنّى‏ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمينَ . (Al Anbiya : 87)
“Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zholim."

Akhirnya, sudah tahu semua kan ya? Nah, ummi menitikberatkan cerita ini pada kekuasaan Allah dalam mengendalikan cuaca, mengendalikan makhluk hidup selain manusia, serta kasih sayang Allah kepada orang-orang yang berdo'a dan bertaubat (lagi-lagi metode pengulangan, kurang kreatif yak?). Lalu ummi ajak Kanz menghapal nama nabi dan ikan yang menelannya, serta membuat list judul cerita nabi mana lagi yang mau dibacakan esok. Ohya, cerita nabi ini berdasarkan ingatan ummi saja. Jadi mata ummi dan Kanz saling menatap.

Ada lagi, Kanz juga sudah 3 bulan ini tiba-tiba mengerti konsep "Atas-Bawah". Ummi sedang berusaha mengingat kapan dan bagaimana ummi mengajarkannya. Begini cara Kanz menyampaikannya, ketika Kanz sedang naik di atas sesuatu, sedang orang lain tidak, dia berkata : "DeAhmad atas, ummi bawah, abi bawah" bisa lebih panjang lagi kalau ada orang lain di ruangan itu.

Hal lainnya, adalah PR nanti ketika sudah pindah. Karena masih menyatu dengan rumah orangtua, ummi sadari cukup sulit utk mengatur dan bertindak tegas mengenai urusan domestik.

Ummi
Akhir-akhir ini hobi ummi adalah blogwalking. Sebenarnya tidak aneh, sih. Bagaimanapun kegiatan ini adalah salah satu usaha ummi untuk menambah ilmu penghasilan.
Dan, apa yang ummi dapati?
Orientasi, adalah hal pertama yang ummi centang untuk travelling ke blog-blog tersebut. Titik beratkan pada minat yang utama. Karena blog di dunia maya itu jumlahnya tidak terhitung. 1 orang bisa punya banyak blog, karena minatnya juga banyak. Ummi juga kan punya blog-blog di masa lalu, hehe, malah curcol. Nah minat ummi saat ini adalah mempersiapkan suasana, ilmu dan mengumpulkan bahan-bahan Home Schooling, jadi jalan-jalannya ke blog-blog (juga komunitas) yang bahas Home Schooling.

Ohya, ada satu yang mengganjal. Karena kadang-kadang ummi harus membuka OS, maka waktu utk keluarga agak berkurang (cieee, toko rame ceritanya). Ini belum ada penyelesaian yang pas. Karena kadang bersama Kanz n abinya masih terpikir untuk membalas SMS customer yang minta total transfer, cek ongkir atau sekedar tanya-tanya. Belum pasang iklan n upload foto di toko, hufff. Akhirnya, sejak sebulan terakhir ini ummi mengurangi jadwal hal-hal di atas, dan Alhamdulillah rizqi tetap saja mengalir. Semoga berkah! Aamiin.

Abi
Abi Fariha itu paling sabar dalam menghadapi celotehan ummi yang konon katanya punya amunisi hingga 8000 kata sehari. Abi mandiri banget, kalau ummi lagi repot. Abi juga paling sabar makan masakan ummi yang seadanya. Abi juga rajin masangin popok Kanz kalau malam (PR nih, Kanz masih suka ngompol). Apalagi ya? Oh ya Abi juga paling bisa mengatasi ummi yang masih suka merajuk. Ah, pokoke ummi cinte ame abi :D.
Setelah gagal ngambil S2 di Kroya, Abi banting setir jadi pegawai yang baik dan pengusaha yang sukses (menurut istrinya, yaitu ummi hehe). Walaupun beberapa hal masih diurus sendiri, sudah terasa sekali hasilnya. Salah satunya adalah Rumah Belajar Fariha kelak. Mungil dan mudah-mudahan Bermanfaat. Aamiin lagi deh.

Nah, itu dia yang terjadi di Keluarga Fariha. Bagaimana keluarga sahabat semua?
Semoga selalu dalam lindungan Allah yaa :)




Minggu, 21 Oktober 2012

THEY SAID I'M TERRIBLE TWO!!

Who?
Who are they and who am I?

Di sebuah buku (e-book tepatnya) yang ummi baca, ada sebuah sebutan untuk anak berusia 2 tahun. Dalam tulisan tersebut bukan bermaksud melabeli seorang anak tapi menyebutkan sebuah kebiasaan orang-orang menyebut fase usia anak ini sebagai The Terrible Two (Keajaiban Otak Anak, 25p), karena sungguh di usia ini biasanya anak-anak cenderung memiliki kebiasaan baru yaitu rewel (?)

Ups! Stop labelling!
Toh, sebagai orangtua lainnya di muka bumi ini, Ummi dan Abinya Kanz juga merasakan hal itu.
Kenapa rewel? (kebet dulu contekannya).

1. Perkembangan/Pertumbuhan Fisik
Umumnya anak usia 2 tahun sudah mulai mengerti bagian-bagian tubuh mereka dan dapat mengkomunikasikan sebagian kecil yang terjadi pada fisik mereka (sisanya kita kurang paham karena keterbatasan bahasa). Misalnya : Saat Kanz berusia 23 bulan pernah mengalami diare-muntah berat sehingga  sampai ke tahap dehidrasi sedang. Namun, di usia tsb Kanz dapat menyampaikan apa yang dia rasakan dan letak rasa tsb. Ketika diare biasanya ketidaknyamanan fisik dirasakan di bagian perut. Kanz pun berkata : 
"Ummi, deAhmad (sebutan Kanz menyebut dirinya) akit peyut (baca : sakit perut), Asih minyak (kasih minyak)."
Woww, umminya hampir koprol mendengar ucapan tsb. Ternyata di usia tersebut Kanz berhasil menganalisis masalah, bahkan mencoba menawarkan solusi dari sebuah kondisi yang dirasakan. Ummi yakin kalimat ini bukan sekedar hasil peniruan verbal mentah-mentah, walaupun jika dilihat dari kata per kata sebenarnya memang sudah dikenal Kanz. Tapi untuk menyusunnya menjadi titik permasalahan beserta solusinya, itu lain cerita.
Bukan hal yang aneh jika saat perut kita sakit, maka sebagian masyarakat kita akan mengoleskan minyak tertentu utk menghangatkan dan menyamankan perut.

2. Perkembangan Kognitif
Di usia Kanz yang sekarang, ummi belum membuat daftar perkembangan secara rapi (kira-kira seperti Progress Report yang ada point-pointnya, lalu ada penilaian : Beginner - Develop - Achieved), baru seingatnya saja, langsung masukkan ke blog *grin*.
Yang ummi tandai adalah kemampuan menyerap kata-kata baru, menghafal dan mengingat suatu hal yang baru ia lihat/dengar/rasakan walau hanya sekali. Dan itu akan selalu diulang2 dalam kata/perbuatan ketika Kanz menjumpai hal yang sama. Subhanallaah ... 

3. Perkembangan Psikomotorik
Ternyata gaya nalar di poin Perkembangan Fisik juga berlaku di sini. Saat ia minum lalu airnya menumpahi baju, walau sedikit ia akan berkicau "umpah, masah, anti baju (tumpah, basah, ganti baju)" atau kalau tumpahnya ke lantai ia akan berkata "wow, umpah, bawah, yicin, iyap (wow, tumpah, bawah, licin, lap) sambil mengambil alat pel dan mengelap lantai tersebut berkali-kali). Once again, titik masalah dan solusinya!
Atau ketika mau tidur, Kanz (seenaknya ^^) menyuruh umminya utk ganti baju. "Bobo duyu, ummi anti baju!(Bobo dulu, ummi ganti baju!)" Kalau ini yang dianalisis adalah melakukan apa yang biasa dilakukan sebelum melakukan hal lain (deuh, bahasa psikologinya apa ya?)

4. Perkembangan Psikologis
Wah, dari semua perkembangan di atas, saat inilah yang membutuhkan banyak energi untuk mengontrol emosi. Okelah, saat rumah berantakan karena mainan Kanz tersebar, si imut itu mau membantu membereskan. Nah, saat punya keinginan itu yang Subhanallaah ...
Misalnya : Kanz senang bermain di luar, saat di luar ia biasa bermain dengan temannya. Saat bermain Kanz selalu ingin mainan punya temannya, miliknya sendiri ia berikan ke temannya. Tapi temannya tak selalu mau bertukar. Akhirnya terjadi perebutan dan keributan kecil dan keduanya menangis. Baru mau sudahan kalau abinya mengeluarkan motor untuk jalan-jalan. Karena dibujuk macam mana, belum mau berhenti juga nangisnya. 
"Waniiiin (keluariiin-kalau saat keributan terjadi sama mbahnya dibawa pulang)!!!!!" teriaknya pilu.
Duh, Nak.
Atau di lain waktu. Saat umminya terkesan tidak memperhatikannya, Kanz selalu menghampiri dan merengek minta pipis/pup. Padahal tidak begitu sebenarnya, cuma ingin diperhatikan saja. Modus!

Kesimpulannya : Ummi dan Abinya harus lebih banyak belajar.


Minggu, 15 Juli 2012

MILAD 21 BULAN KANZ

Bersama Kanz sebagian besar waktu adalah penyesalan ...

Nah, Jangan galau dulu! Ummi kan belum selesai nulis neng, mbak, buk, sist, mas, pak, gan, bang.
Ini redaksi yang benernya :

"Bersama Kanz sebagian besar waktu adalah penyesalan ... Jika tidak bawa kamera/HP kamera"
:D :D :D
*Jebakan betmen deh*

Alhamdulillah wa syukurillah ...
Hingga saat ini keluarga Fariha bersyukur sekali sudah merasakan 21 bulan kebersamaan dengan Kanz. Kanz bagi kami adalah amanah dan Subhanallah-nya sekaligus menjadi penyejuk mata dan hati. Karena dengan berbagai kegiatannya yang mengundang senyum juga tak jarang menjadi tantangan bagi Abi dan Ummi utk terus meng-eksplor apa yang Kanz maksudkan, inginkan, ketahui dan sembunyikan.

Hadirnya pasangan dibutuhkan proses utk mencintainya. Sedangkan kelahiran seorang anak langsung mengundang cinta tanpa proses. Dan kamipun jatuh cinta pada Kanz pada pandangan pertama.
Buk? Ibuk? *gaya majelis Ta'lim*
Setujukah dengan pendapat di atas?
Saya fully 100% Agree.

 Hingga saat inipun mata ini (sebenarnya) tak ingin lepas dari setiap geriknya Kanz, dan ingin melihat momen2 tsb sekali lagi. Sehingga sering sekali kami berkata : " Sayang, tidak bawa kamera" atau " Sayang, tidak sempat difoto."

Kanz sendiri bagaimana? Sejauh mana ia tertarik untuk terus bersama kami?
1. Sebagai anak batita yang terbatas pada bahasa verbal kadang-kadang Kanz sering over usaha utk menjelaskan maksudnya pada kami. Dan kami, walaupun tidak selalu berhasil mengerti, mencoba untuk terus mengingat apa yang ingin ia sampaikan. Kenapa mengingat? Karena maksud/kata yang ingin disampaikan oleh Kanz pastinya pernah kami ucapkan dan ia ulangi. Ini proses yang luar biasa. Baik Kanz maupun kami mencoba utk menemukan titik temu antara maksud Kanz dan reaksi kami dengan bahasa yang kadang2 bersifat supranatural (^^).

2. Berkegiatan bersama. Hal ini bukan selalu berarti kami janjian atau menyiapkan waktu utk berkegiatan bersama. Tapi apapun yang terjadi ketika kami bertiga sedang bersama. Tak terbatas waktunya. Kadang ketika kami sedang membersihkan rumah bersama atau mem-packing paket pelanggan. Kanz ada di situ. Ia kadang membantu, kadang menambah riuh lantai hehe, kadang juga menemukan alat A yang ia gunakan utk fungsi B. Amazing! Kami berusaha utk mengenalkan dunia kami kepada Kanz. Dunia yang tidak selalu reguler, dunia yang memiliki visi yang kuat dan misi yang produktif.

Nah, kalaupun ada yang bertanya, sikap batita apa yang Kanz punya? Tentu saja ada (dan mudah-mudahan kami bisa pelan2 memahami solusinya).
1. Tantrum. Sejauh ini tantrumnya bisa dialihkan ke hal yang Kanz suka. Tentunya setelah diberi pengertian. Masalahnya adalah saat diberi pengertian Kanz tidak selalu takluk. Pengertian ini berbentuk dialog. Kenapa ya?
2. GTM. Bulan ini Kanz sering sekali GTM. Wah, ini berarti harus buka buku lama tentang MPASI.
3. Banyak bermain. Yang ini juga kadang-kadang 'tidak sejalan' dengan yang ngasuh. Hal ini juga tampaknya berpengaruh ke fisiknya (beratnya masih muter-muter di 11 kg lebih)
4. Bertambahnya kosa kata baru. Kanz mulai bisa merangkai kalimat sederhana. Seperti 'How are you'.
5. Belajar sebab-akibat (kausalitas), anonim, dan tebak suku kata.

Alhamdulillah, sekali lagi masa Golden Age Kanz diisi dengan pertumbuhan dan perkembangan yg sebagian besar positif.
Proses LIA (Learning-Imitating-Adapting) ini yang juga menjadi tantangan bagi kami agar Kanz bisa mencontoh hal2 yg baik dari kami dan lingkungan. Walaupun pasti ada bagian negatifnya, kami ingin bisa selalu men-dialog-kan hal tsb dgn Kanz.

Nah, sudah tahu kan kenapa setiap saat bersama Kanz kurang OK kalau tidak ada kamera untuk mengabadikan setiap tingkah lakunya? :) :)

Baiklah, Kanz sholih sayang, ummi dan abi doakan selalu :)

Selasa, 03 Juli 2012

Kanz Mengenal Allah

Bismillah Ar Rahman, Ar Rahiim ...

Sebelum punya anak, ummi dan abi sudah menyamakan visi, akan membentuk anak seperti apa nanti. Karena ummi dan abi sejatinya adalah LongLife Kanz's Murobbi.

Ummi dan abi sepakat untuk mengenalkan Allah kepada Kanz sebagai penanaman aqidah nomor 1. Apa saja metode yang diajarkan dalam muwashoffat ini?
  1. Bernyanyi (Kanz sangat senang mendengar lagu, jadi ummi punya beberapa koleksi lagu utk mengenal Allah hehe).
  2. Bercerita (Kanz juga sangat senang melihat buku bacaan sambil menggumam. Nah, momen tsb digunakan ummi utk menambahkan narasi pada buku yg sedang dihadapi Kanz).
  3. Dialog (Dialog ini menggunakan bahan apa saja yang ada di sekitar kami. Menurut ust . Rinaldi, ini namanya 'Everything Talk').
  4. Sikap dan Respon (Sikap ini maksudnya adalah sikap kami yang sebaiknya ditiru oleh Kanz, misalnya mengucapkan Salam, do'a, dan penyebutan nama Allah di kondisi-kondisi tertentu, seperti : Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, Masya Allah, Insya Allah, Astghfirullah dst)
Oh ya, semuanya harus dilakukan dengan konsisten dan berulang-ulang (repetitif). Walaupun belum terlalu konsisten (al insanu mahallul khotho'i wan nisyan), insya Allah kami selalu berusaha. Nah, berikut ummi kasih link tentang metode repetitif.


Dahsyatnya Metode Repetitive (Mengulang) untuk Mendidik Anak Shalih

SIANG sudah beranjak petang. Namun, cahaya matahari masih terasa panas dan menyilaukan. Inilah saat-saat di mana teriakan itu kembali terdengar, “Lontong-tahu, peyek, telor asin!” Terdengar setiap hari, menyapa telinga warga komplek terutama ibu-ibu yang keluar rumah mengawasi anak-anak kecilnya yang bermain di luar rumah.

Suatu hari teriakan itu kembali terdengar lantang, “Lontong-tahu, peyek, telor asin!” Seorang ibu muda tergopoh-gopoh menghampiri, “Bang, ada telor asin?” Abang pemilik suara itu pun dengan wajah menyesal menjawab, “Wah, nggak ada Bu. Telor asinnya lagi kosong.” Si Ibu pun menatap si Abang penjual tahu dengan heran, “Lha, tadi teriak lontong-tahu, peyek, telor asin. Kok telor-nya nggak ada?” dumelnya sambil berlalu masuk ke kerumah.

Hari berikutnya seorang ibu lain menghampiri si Abang penjual lontong-tahu tersebut. Sesaat setelah teriakannya menyapa telinga, “Lontong-tahu, peyek, telor asin!” Ibu tersebut bertanya, “Bang, ada telor asinnya nggak?” Kali ini si Abang menjawab, “Telor asin lagi susah, Bu!” Kini, si Ibu lebih galak, memprotes si Abang, “Nggak ada telor asinnya kok teriak telor asin!” Si Abang pun hanya senyum mesam-mesem.

...Allah SWT mendidik kita dengan metode repetitive melalui shalat lima waktu agar membuktikan ketaatan dan memahami makna kehidupan...

Entah berteriak tiga serangkai “lontong-tahu, peyek, telor asin” merupakan satu kesatuan bunyi yang telah dihapal oleh si Abang atau memang si Abang kadung lupa bahwa salah satu barang yang ditawarkannya ternyata tak ada. Yang jelas teriakan si Abang hari-hari berikutnya tetap sama. Mengulang teriakan yang sama, menyapa telinga dengan bunyi dan intonasi yang sama, informasi yang disampaikannya pun selalu berulang, “Lontong-tahu, peyek, telor asin!”

Menarik sekali memperhatikan polah si penjual lontong-tahu di atas. Sesuatu yang diulangnya entah berapa ribu kali sepanjang sejarah profesinya sebagai penjual lontong-tahu, telah membuatnya fasih mengucapkan rangkaian kata tersebut. Tanpa harus membuatnya berpikir-ulang tentang kebenarannya.

Hal ini sejatinya sangat bermanfaat dalam metode pembelajaran anak-anak kita.

Kekuatan Repetitive (Pengulangan)

Repetitive atau pengulangan memang sebuah metode yang dikenal dalam dunia pembelajaran. Seorang guru kerap meminta murid-muridnya untuk mengulang kembali pelajaran yang telah diberikan ketika belajar kembali di rumah. Tujuannya agar pelajaran yang telah diterima melekat dalam ingatan.

Setiap karyawan pabrik terutama pabrik-pabrik milik Jepang, senantiasa mengikuti apel pagi dengan mengulang core value perusahaan. Tujuannya tak lain untuk membuat karyawan menghayati nilai-nilai utama tersebut dan mengaplikasikannya. Lebih jauh, Allah SWT pun mendidik kita dengan metode repetitive ini melalui shalat. Shalat yang wajib didirikan lima waktu sehari agar setiap Muslim membuktikan ketaatan dan mudah memahami makna kehidupan.

Dokter Oz yang sering menjadi partner Oprah Winfrey dalam talk show-nya mengatakan, menyampaikan imbauan pada anak untuk melakukan sesuatu sebanyak sepuluh kali baru merupakan pemanasan. Dengan demikian, sebagai orangtua tentu sudah merupakan sebuah kewajiban bagi kita untuk ikhlas dan bersabar menemani buah hati untuk belajar dan mengulanginya.

...Pengulangan ini membuat anak menerima dan menancapkan keimanan dalam hatinya tanpa sibuk mempertanyakan kembali kebenarannya...

Keikhlasan dan kesabaran orangtua dalam membimbing anak mengulangi pengetahuan yang diperolehnya akan sangat bermanfaat untuk membuat anak merasa mendapatkan dukungan dan penguatan. Dengan demikian, menanamkan keyakinan akan tauhid dan kebenaran Islam pun akan menjadi lebih mudah.

Karena, sebagaimana kecenderungan anak yang mempercayai penuh apa yang dikatakan oleh orang-orang di sekelilingnya, maka semakin banyak orang yang mengulang-ulang kebenaran tersebut, akan membuatnya semakin yakin bahwa ia berada di jalan yang seharusnya. Pengulangan dan dukungan ini nantinya pun akan membuat anak menerima dan menancapkan keimanan dalam hatinya tanpa sibuk mempertanyakan kembali kebenarannya.

Allah berfirman, “Sungguh, Robbmu, Dialah Yang Maha Pencipta, Maha Mengetahui. Dan, sungguh, Kami telah memberikan kepadamu tujuh (ayat) yang (dibaca) berulang-ulang dan Al-Quran yang agung” (Qs. Al-Hijr 87).

Tujuh ayat yang dimaksud oleh ayat di atas, oleh sebagian ulama diartikan dengan surat Al-Fatihah yang dibaca seorang Muslim berulang-ulang sebanyak 17 kali dalam sehari. Hal ini tentu merupakan metode pembelajaran dari Allah SWT agar hamba-Nya memahami hakikat sejati kehidupan. Sebagai ciptaan yang tak dapat berlepas diri dari kehendak dan pertolongan-Nya. Sebagai abdi yang seharusnya selalu memohon agar kebersamaan dengan Allah SWT dalam bentuk ketaatan, senantiasa dikaruniakan-Nya, agar Sang Pencipta berkenan menghindarkannya dari kejahatan dirinya sendiri maupun mahluk lain. Sehingga kelak ia akan pulang dalam kehidupan surga yang abadi.

...Metode pengulangan yang diajarkan Allah ini seharusnya kita wariskan pada buah hati kita agar ia mengetahui dengan pasti ke mana ia harus melangkah...

Arah dan tujuan hidup inilah yang selalu diingatkan berulang kali oleh Allah pada kita, sebagai hamba, agar selalu ingat dan meluruskan langkah. Pengulangan yang diajarkan Allah SWT ini pula yang seharusnya kita wariskan pada buah hati kita. Agar ia pun mengetahui dengan pasti ke mana ia harus melangkah, apa yang harus digunakannya saat tersesat agar dapat kembali, dan apa yang mesti diyakininya tanpa banyak mempertanyakan.

Semuanya hanya dapat diperoleh, tak lain, hanya dengan meneguhkan ketaatan dan keyakinannya. Dengan cara mengulang-ulang dalam benak anak-anak kita bahwa Allah, hanya Dia sajalah, Rabb yang Mahakuasa, Maha Menyayanginya, dan tak pernah mengharapkan sesuatu dari hamba-Nya kecuali kebaikan bagi mereka. [‘Aliya/voa-islam.com]

Belajar "Naik", Belajar "Turun"

Suatu hari, pada tanggal 1 Juli 2012 ....
Ummi sedang menemani Kanz main mobil-mobilan di luar.

"Naiik" ... Ujar Kanz sambil mendorong mobilannya ke atas tiang.
"Ntuyuun" ... Ujar Kanz mendorong mobilannya turun dari tiang.

Lho, Subhanallah! Ternyata Kanz sudah mengawali pemahaman konsep "naik-turun"nya suatu benda. Padahal ummi belum pernah ngajarin konsep tsb secara serius. Sambil main saja. Tentu saja faktor "imitating" juga berperan. Tapi utk mana yg paling dominan (antara imitasi dan pemahaman), tentunya sulit diketahui. Apalagi ucapan (naik-turun) tsb dibarengi dengan gerakan yg mendukung.

Oh ya, kata sifat lainnya yang sudah dipahami Kanz antara lain :

  1. Atas - Bawah. Ini karena kamar ummi dan Kanz di rumah Mbah ada di lantai 2. Jadi kalau di atas, Kanz sudah bisa bilang mau turun (redaksionalnya : Ntuyun-mbawah-mauu). Atau kalau di bawah bisa bilang mau naik (redaksionalnya : Naik-Atas-mauu).
  2. Pesawat terbang tinggi (redaksionalnya : Ncawat-Ebang-Nggi), Ini juga diucapkan secara tiba2 dalam kalimat yg utuh!
  3. Menyebutkan nama (tapi harus dipancing). Begini model percakapannya :
    Ini dede' Rafa ya?//mbukan (jari tangan kanan bergerak menggeleng)// Dede' siapa?//Ahmad//Ahmad siapa?//Cican (Kanz).


Tetap semangat terus, Nak!
We Love You, Sholih ....

:: Maaf ya, karena urusan PAUD, ummi sudah lama belum update blog lagi (dan melewatkan miladmu yg ke 19 dan 20 bulan).
Daisypath Anniversary tickers

FARIHA'S LITTLE WARDROBE